2 Rahasia Powerful Di Balik List Building

Apa itu list building itu?

List building bisa diartikan aktivitas membangun database prospek calon pembeli produk atau jasa Anda dan membangun hubungan yang saling menguntungkan secara terus menerus antara anda sebagai penjual produk dan calon konsumen.

Kunci keberhasilan affiliate marketing adalah adanya jaringan prospek yang besar. Apalagi prospek yang benar-benar terfokus dan antusias dengan jenis dan topik produk atau jasa yang kita tawarkan.

Percuma kan jika punya anggota jaringan dalam jumlah banyak, namun mereka adem ayem dan tidak merespon tawaran-tawaran yang kita kirimkan.

Oleh karena itu, kesulitan sesungguhnya dalam membangun list building adalah bukan dari segi kuantitasnya, melainkan dari segi kualitas. Umumnya, jaringan prospek dibangun melalui media email.

Metode ini dinamakan list building.

list-buildingJika anda sedang membangun sebuah bisnis maka list building ini mutlak anda perlukan. Dengan adanya database prospek ini anda bisa melakukan follow-up agar mereka mau menjadi customer anda.

Kalau kita bicara masalah bisnis online atau bisnis internet, orang yang datang ke situs anda belum kita sebut prospek, mereka baru disebut sebagai traffic atau visitor.

Terus kapan si visitor bisa kita sebut sebagai prospek?

Ketika si visitor meninggalkan contact info mereka di situs kita dan kita bisa melakukan follow-up baru bisa kita sebut sebagai prospek.

Inilah 2 dari kekuatan list building yang harus Anda ingat:

1. Sebagai Daya Ungkit Bisnis Anda

Begitu anda mendapatkan data contact si pengunjung (subscriber), artinya kita bisa menghubungi kapan saja, selama dia tidak melakukan unsubscribe dari list building kita.

Apabila dalam 1 hari kita bisa mengumpulkan 10 subscriber (prospek) berarti dalam 1 bulan kita akan mendapatkan 300 prospek, di bulan ke-dua kita mendapatkan 600 prospek dan di bulan ke-3 kita sudah mendapatkan 900 prospek.

Terus kalau udah dapat list building sebanyak itu untuk apa?

Prospek kita adalah aset!

Artinya, ketika kita mau menawarkan barang atau sebuah jasa maka kita tinggal menulis surat penawaran dan kita kirim, maka dalam seketika surat penawaran kita dibaca oleh 900 prospek kita.

Katakanlah kita menjual barang seharga Rp.100 ribu, dengan konversi 1% berarti 9 orang melakukan pembelian dari kita. Berarti Rp.900 ribu sudah masuk ke rekening kita. Apakah sudah cukup sampai disini? Belum, kita bisa menawarkan barang atau affiliate di kemudian hari.

Coba bayangkan jika kita tidak membangun list building (prospek/subscriber) maka ketika kita mau menjual barang maka kita akan sibuk mendatangkan pengunjung ke website kita. Dan ketika nanti kita jual barang lagi maka kita akan sibuk lagi untuk mendatangkan pengunjung. Capek kan?

2. Menghasilkan lebih banyak pemasukan dengan membina hubungan  pada prospek kita

Setelah kita mendapatkan kontak info pengunjung, kita dengan mudah mem follow-up mereka dengan membina hubungan.

Jika kita bisa membina hubungan dengan prospek kita, kemungkinan besar mereka akan membeli produk/service kita lebih besar.

Selain membina hubungan dengan prospek, kita juga harus membina hubungan dengan customer yang pernah membeli produk kita, sehingga mereka mau membeli lagi ketika kita tawari produk lainnya.

Tahukah anda, lebih mudah menjual kepada orang yang pernah membeli kepada kita dari pada orang yang baru yang belum kenal kita.

Selain itu kita perlu mengeluarkan biaya yang tinggi untuk mendapatkan customer baru, namun kalau kita menjual kepada customer lama, biaya marketingnya jauh lebih murah.

List building adalah suatu metode marketing yang harus dilakukan oleh semua bisnis, baik bisnis offline maupun bisnis online. Coba kita bayangkan, apabila sebuah bisnis tidak mempunya database prospek, bagaimana kita bisa mendapatkan customer?

Satu hal yang pasti terjadi kepada bisnis seperti ini, ya – Bangkrut dalam waktu yang sangat cepat. Harapan saya sampai saat ini kita menyadari betapa pentingnya membangun sebuah list building.

Namun bukan sekedar membangun list building, tetapi membangun sebuah list building yang responsif terhadap produk dan jasa yang Anda tawarkan secara online!

Sebab kalau kita mempunya 100.000 subscriber tetapi kita tidak mengerti bagaimana membuat mereka responsif terhadap penawaran kita, maka profit yang kita dapatkan juga kecil.

Salah satu kunci keberhasilan menjalankan bisnis online adalah dengan menjaring email prospek dari target market yang Anda bidik melalui fasilitas mailing list (autoresponder).

Dimana dengan mengirim satu kali email berisi penawaran produk/jasa, maka seluruh prospek yang ada di database list kita akan membacanya.

Tapi apakah semudah itu?

Ada beberapa pebisnis online yang rupanya sudah melakukan cara ini tapi sayangnya masih belum maksimal.

Anda tidak perlu berkecil hati dan teruslah mencoba. Berikut ini ada beberapa cara maksimalkan email marketing dengan layanan opt-in email marketing.

1. Salah satu ciri khas email marketing adalah adanya penggunaan formulir regristrasi secara gratis. Untuk itu, usahakan formulir tersebut letaknya mudah dilihat oleh pengunjung website Anda. Usahakan untuk menggunakan formulir yang terlihat profesional dan elegan, sehingga pengunjung website bisa dengan mudah menangkap pesan penawaran menarik dari Anda.

2. Salah satu alasan mengapa pengunjung enggan memberikan email mereka adalah ketakutan akan disalahgunakan. Untuk itu, sebagai pengelola website, Anda harus memastikan dan menggaransi bahwa email yang mereka berikan tidak akan Anda salah gunakan di kemudian hari. Jika memang Anda berjualan, sampaikan dalam batas-batas mana Anda menawarkan produk Anda.

Bosan juga kan, kalo tiap hari email kita di jejali dengan berbagai macam penawaran produk/jasa yang kita iklankan 🙂

3. Selanjutnya, Anda juga harus menjelaskan keuntungan-keuntungan apa saja yang akan mereka dapat setelah berlangganan website Anda melalui formulir opt in newsletter yang anda tawarkan tersebut.

Ingat, bicara BENEFIT bukan melulu fitur! Apalagi jika apa yang akan Anda bagikan sudah terbukti sukses membantu orang lain.

O ya, walaupun nantinya email edukasi yang Anda kirim sudah di setting terlebih dahulu pengirimannya, bukan berarti Anda membiarkan layanan tersebut bekerja sendiri. Aturlah sedemikian rupa agar pelanggan newsletter Anda merasakan manfaatnya karena terus berinteraksi dengan Anda.

Apalagi ketika Anda mau berbagi atau sharing pengalaman lalu merespon pertanyaan (yang serius) mereka.

Antusias sekali ketika misalnya kita mendengar atau membaca banyak dari pelanggan newsletter kita merasakan manfaat bahkan mengirim testimoni bahwa apa yang kita bagikan itu berguna bagi masalah mereka 🙂

Jangan lupa, atur balasan dan jawab email dari mereka, sehingga mereka mereka dihargai, didengarkan dan Anda adalah seorang pribadi yang riil dan bersahabat!

4. Jangan gunakan bahasa yang berbelit-belit dan tidak jelas termasuk bahasa alay yang akhirnya justru membuat pelanggan Anda tidak nyaman dan menyesal telah memberikan alamat email mereka. Tentu saja, mereka akan segera unsubscribe dari kontak list Anda.

5. Hindari juga memberikan informasi yang bohong atau tidak benar karena pastinya pelanggan Anda akan kecewa. Ini tentunya akan berdampak pada penjualan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Sekali Anda memberikan informasi bohong maka percayalah kredibilitas Anda akan jatuh.

Bisa dipastikan bahwa tidak akan ada pelanggan Anda yang mau membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Kenapa? Kredibilitas Anda jatuh kalo tidak mau dibilang murahan.

Saya sendiri, merupakah salah satu marketer yang benar-benar menjaga relasi dengan para pembaca newsletter saya. Sangat jarang sekali saya menawarkan berulang kali sebuah produk yang sama setiap minggunya.

Alih-alih promosi, saya lebih senang memberikan edukasi disertai bukti konkret. Dari situlah, mereka bisa mengenal kredibilitas saya.

Saya pun tidak segan untuk menyarankan (menolak) tidak usah bergabung di situs membership yang saya kelola, jika ada pembaca yang ingin mengambil kursus internet marketing berbayar bersama saya.

Sekalipun kita memiliki database prospek, harus disadari betul bahwa tidak semua orang itu harus mau membeli, beli dan beli produk yang kita tawarkan. Tidak selalu seperti itu!

Bahkan saya akan sangat senang, jika tanpa harus menjadi member berbayarpun mereka bisa sukses mengikuti materi tutorial yang saya bagikan secara gratis.

Kunci keberhasilan menjalankan strategi marketing dengan email marketing adalah telaten dan profesionalitas. Mari berinteraksi dengan mereka, gali kebutuhan, cari dan tawarkan solusi sehingga ketika mereka merasa WIN, Anda juga WIN!

Jika Anda menerapkan tips di atas, kemungkinan besar Anda bisa sukses meningkatkan omset penjualan dari produk atau jasa yang Anda tawarkan melalui internet!

Anda sudah mencobanya ? 🙂

Our Rating

7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *