Saya Senang Menjual : Sebuah Titik Balik

Kepergian papa saya untuk selamanya, memberikan titik balik dalam keputusan-keputusan  yang saya ambil khususnya dalam memandang bisnis dan keuangan.

Dan ini salah satunya yang ingin saya bagikan kepada teman-teman.
no-return

Core business saya itu adalah Bisnis ONLINE dengan produk utama yang saya jual adalah fashion, e-course dan aktivitas sebagai seorang affiliate marketer.

Setelah dirasa pondasi bisnis utamanya cukup kuat maka saya mencoba membuka usaha lain (usaha offline) di luar bisnis utama saya.

Sudah ada beberapa jenis usaha kecil yang berbeda-beda dengan modal barang 20 sd 50 juta pernah saya jalani.

Bukan berarti saya punya banyak usaha.

Bukan, bukan seperti itu!

 

Saya buka usaha lalu sebentar saja sudah bangkrut, lalu buka usaha yang lain, tutup lagi buka yg lain. Nggak kapok 🙂

Hasilnya?
Ada yang usahanya buka hanya itungan bulan dan maksimal 2 tahun. Bak buk atau istilahnya hanya kerja bakti pernah saya rasakan.

Keliataannya cukup keren ya, seorang online preneur yang juga punya beberapa usaha offline yang berbeda. Padahal kenyataannya tidak juga!

Saya akui saya hanya latah ikut-ikuta  saran dari para pembicara seminar itu tanpa mau menggali lebih dalam apa yg sebenarnya saya sukai dan kuasai termasuk diri saya dengan segala kekurangannya!

Seperti misalnya, bayangin punya usaha banyak, yang berbeda-beda, ada jasa, perdagangan, agen/distributor, developer, kost-kostan, kuliner, dst.

Lalu masing-masing usaha tersebut ada tangan kanan kita yang dipercaya mengelolanya, timnya solid, usaha bisa jalan sendiri lalu yang punya jalan-jalan (padahal ini konsep yg kurang tepat menurut saya).

Dalam proses ingin memiliki banyak usaha yang berbeda-beda itu, saya pernah beberapa kali hanya jadi pemodal pasif, atau menjalankan usaha yang sama sekali baru dan harus belajar dari nol, partnership, atau single fighter.

Belum lagi karena ketidaktahuan saya, akhirnya harus merelakan uangnya digondol wewe gombel ^^

Akhirnya satu persatu usaha offline saya gulung tikar dan hanya tersisa bisnis utama saya yang masih kekar berdiri sampai saat ini. – many thanks to my team 🙂

Harus diakui terkadang solusinya sangat simple namun karena kita kiblatnya ke suksesnya orang lain terus jadi lupa akan kelebihan diri sendiri.

Tiba-tiba saya ingat ada begitu banyak pengusaha sukses yang punya banyak usaha yg berbeda-beda, namun tidak sedikit juga pengusaha sukses yang dia hanya fokus ke satu jenis usaha saja namun suksesnya luar biasa.

“Back to basic!”
“Di pertarungan sesungguhnya, tdk dibutuhkan banyak jurus, jangan sibukkan diri dengan belajar banyak gaya jurus, karena di pertarungan sesungguhnya jurus-jurus tersebut tidak semuanya dibutuhkan…!”

Tiba-tiba prinsip yang pernah saya bagikan ke pembaca newsletter itu muncul di kepala saya.

Lalu hati kecil saya berkata, “Hey saya sudah membuktikan bahwa  produk yang saya jual secara online cukup sukses untuk ukuran saya dan tetap bisa survive di tengah gempuran kehadiran banyak online store raksasa, lalu saya bisa mengajar orang tentang internet marketing berangkat dari pengalaman kecil saya .. lalu kenapa saya tidak fokus saja kesitu!”

“Kalo saya bisa sukses jualan online maka dengan produk yang sama pula saya pasti bisa sukses jualan di offline. Mengapa saya tidak mencobanya?”

Itulah ide sederhana yang ingin saya lakukan. Fokus untuk membesarkan usaha utama saya dimana saya punya banyak keunggulan dibandingkan dengan harus membuka usaha lain yang berbeda-beda yang belum tentu saya bisa happy dan sukses dalam waktu singkat.

Lalu saya mulai kembangkan metode sederhana pemasaran (simple marketing) hasil browsing, baca buku, seminar, pengalaman orang lain, coaching yang di ramu dengan hasil praktek sendiri (saya menamakannya new sniper marketing, saya sedang menyiapkan materinya untuk saya bagikan ke member berbayar di e-course yg saya kelola).

Dan buum! Setelah dipraktekkan hanya dalam hitungan kurang dari 3 bulan, penjualan omset toko online meningkat drastis! Bukan 10%, 20 % tapi 50%!

Dahsyat!

Ada cerita dibalik peningkatan omset yang se-drastis itu yg suatu saat akan saya ceritakan supaya teman-teman bisa dapatkan momen “aha-nya”. Dan pastinya ada syarat dan ketentuan berlaku di dalamnya. Tidak tiba-tiba langsung wuusssh sukses, tapi semua ada persiapan, kesempatan dan didukung dengan timing yang tepat!

Skip skip skip.

Singkat cerita, karena karyawan sudah pada kerepotan meng-handle pesanan yang terus meningkat dari hari ke hari, tempat operasional  yang sudah tidak memungkinkan, lalu mulailah perburuan properti saya lakukan.

Target saya? Bisa kontrak di tempat yang lebih gede atau syukur-syukur rukonya bisa dibeli, itu saja!

Dari galaxy, pekayon, kalimalang sampai raden inten, pondok gede, dan sekitarnya saya telusuri dan terus mencari informasi. Rata-rata yang sesuai kebutuhan saya, harga propertinya rata-rata 2 sd 3 milyar.

Gak apa-apa. Tetep  semangat, cari terus. Catat, telp, ketemuan, tawar, dst.
Lagi dalam proses itulah, satu telepon lokal masuk ke HP saya berulang-ulang karena tidak sempat saya angkat.

Dengan rasa was was ketika saya angkat utk kesekian kalinya, ternyata telpon dari seorang warga di komplek rumah ortu yang mengatakan kalo papa saya jatuh dari sepeda listriknya dan kepalanya terbentur.

Duer!!
Itulah kabar yg sangat menohok!
Saya harus pulang secepatnya!

papa-walking

Oh my God, tiba-tiba  rasa bersalah, ketakutan, cemas semuanya campur jadi satu. Terbayang kali terakhir saya bisa bercakap-cakap, atau makan bareng dengan papa saya. Dan itu sudah sekian bulan lalu. Damn!  Perasaan saya sangat emosional sekali.

Oh Tuhan, saya sayang banget sama papa saya. Semoga dokter bisa menanganinya dg baik.

Skip skip
Sebuah senyuman kecil dari papa saya ketika melihat anak laki-laki kebanggaannya datang memeluknya.

Sakit ya pah?

Iya, jawab papa lirih sambil terus memperhatikan saya.
Gak tahu kenapa saat itu saya tiba-tiba ingin bergelayut di tangan papa dan menemaninya sampai tertidur.

Yang tidak saya sadari adalah itulah pertemuan terakhir saya dengan papa saya, karena 3 hari kemudian papa saya meninggalkan saya dan orang yang mengasihinya untuk selama-lamanya 🙁

Itulah hari-hari berat yang harus saya lalui. Ditinggalkan orang yang saya sangat kasihi.

Papa pergi utk selamanya!
Selama 3 minggu berikutnya, saya banyak mengurung diri di kamar, meninggalkan semuanya aktivitas hanya utk sekedar bertanya, Why GOD? Lalu kembali menangis..!

Istri saya hebat!
Ketika saya menangis di kamar, lagi nyetir mobil, saat makan, saat duduk, liat tv atau apapun momentnya, dia diam seperti mempersilahkan saya utk meluapkan tangis saya. Dia hanya kasih kupingnya untuk mendengar penyesalan-penyesalan saya untuk apa yang belum saya lakukan ke papa saya, menepuk-nepuk ringan pundak saya dan menemani sampai tangis saya berhenti.

Kata orang tua, tangisan itu bisa membersihkan jiwa.

Skip skip
Satu keputusan besar harus saya buat!
Saya akan pindahkan usaha utama saya yang saat itu sudah memberikan omset setengah M/bulan ke kota kecil yang saya sendiri belum yakin apakah berprospek atau tidak. Mama saya sudah mulai menua, dan dia harus ada yang menjaganya. Saya tidak ingin kecolongan lagi (begitu niat saya waktu itu)

Banyak orang menyayangkan keputusan besar saya utk memindahkan seluruh usaha utama saya itu. Terutama istri, dan keluarga besar saya yang ada di Bekasi.

Pada akhirnya setelah saya kemukakan rencana saya, lalu istri mau belajar percaya dan mendukung keputusan saya. Orang lain tidak mungkin saya jelaskan satu satu tentang alasan saya. Saya seorang online marketer yang bisa bekerja dimana saja asalkan ada laptop, internet dan sedikit keahlian mengubah leads menjadi buyer!

Di lain kesempatan saya akan ceritakan rahasia dapur mengapa seorang marketer tidak perlu takut kalo usahanya bangkrut jika dia masih punya salah satu jurus dasar yang terus menerus dilatihnyaLEADS / PROSPEK!

Selama 3 bulan ini, saya tinggalkan dulu aktivitas online dan fokus membuka bisnis offline saya. Dan puji syukur, tidak dibutuhkan waktu lama utk bisa mengejar omset penjualan sehingga bisa menyamai omset usaha ketika usaha utama saya masih ada di kota besar.

Dan inilah perjalanan sebenarnya, yang akan saya bagikan kepada teman-teman semua.

12 Comments

  • Fredy says:

    Tetap Semangat Ya Pak.
    Semua Manusia memang harus kembali kepada sang pencipta.
    ditunggu cerita inspiratif selanjutnya.
    dari murid mu pak gm.

  • masruri says:

    saya sangat gaptek pak gm tidak banyak mengerti tentang istilah istilah internet, saya sudah banyak baca artikel bapak tapi lum bisa memulai action. karena dak tahu apa yang harus dilakukan duluan, makanya saya belum bisa joint. doain mga tetap semangat untuk belajar dan bisa sukses seperti gm.

  • my biz says:

    Turut berduka….dibalik semua kejadian ternyata banyak pelajaran yg bisa kita ambil manfaatnya.

  • Subagio w says:

    Turut berdukacita pak. Semoga Tuhan memberi ketabahan dan penghiburan kpd keluarga yg ditinggalkan.

  • mahmud says:

    sy turut berduka. ternyata di balik musibah itu ada hikmah yg bsar bagi p GM. ceritanya inspiratif, trmksh.

  • Temon says:

    Tetap semangat Pak GM… kembali bangkit…

  • diyak says:

    innalillahi wa innalillahi raji’un,saya turut bela sungkawa walaupun baru tau,semoga amalan2 baiknya di terima disisinya,dan diampuni semua dosa2nya,dan di beri kesabaran untuk keluarga yang di tinggalkan…amiin…

  • kisahnya mengharu biru pak.

    orang yang berbakti kepada orang tua, yakin deh pak, rezeki akan dilimpahkan dan dilipat gandakan sama Yang Maha Kuasa.

    menanti cerita selanjutnya…

  • jhoni says:

    turut berduka cita.dan slalu semngat.ya pak gm

  • sidrat says:

    Tetap semangat pak gm., produktivitas nulisnya sangat kami nanti..

  • vievit says:

    Sya ingin dri bisnis OnLine yg Mr GM tawarkan bsa terwujud d dlm bisnis sya smpai untuk kedepan’nya dan seterus’nya…

  • pudji says:

    Saya mau join tapi saya ragu karena gaptek, apakah saya bisa hanya membaca panduan dan nontonn videonya. Terutama saya sudah lihat video pembelajarannya cara buat web.
    Mohon sarannya.

    Salam buat pak.Gm.Susanto.

    Pudji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *