List Building : The Power of List Building
By. Gm.Susanto Content Team
Apa list building itu? List building bisa diartikan aktivitas membangun database prospek. Kunci keberhasilan affiliate marketing adalah adanya jaringan prospek yang besar.
Apalagi jaringan prospek yang benar-benar terfokus dan antusias dengan jenis dan topik produk yang kita tawarkan. Percuma kan jika punya anggota jaringan dalam jumlah banyak, namun mereka adem ayem dan tidak merespon tawaran-tawaran yang kita kirimkan.
Oleh karena itu, kesulitan sesungguhnya dalam membangun list building adalah bukan dari segi kuantitasnya, melainkan dari segi kualitas. Umumnya, jaringan prospek dibangun dengan melalui media email. Metode ini dinamakan list building.
Dalam bisnis online maupun offline (apalagi para pebisnis MLM pasti udah paham betul tentang ilmu ini). Jika anda sedang membangun sebuah bisnis maka list building ini mutlak anda perlukan. Dengan adanya database prospek ini anda bisa melakukan follow-up dan menjadi customer anda.
Kalau kita bicara masalah bisnis online atau bisnis internet, orang yang datang ke situs anda belum kita sebut prospek, mereka baru disebut sebagai traffic atau visitor. Terus kapan si visitor bisa kita sebut sebagai prospek?
Ketika si visitor meninggalkan contact info mereka di situs kita dan kita bisa melakukan follow-up baru bisa kita sebut sebagai prospek.
Inilah 2 dari kekuatan list building :
1. Sebagai Daya Ungkit Anda
Begitu anda mendapatkan data contact si pengunjung (subscriber), artinya kita bisa menghubungi kapan saja dan sampai kapan saja selama dia tidak melakukan unsubscribe dari list building kita.
Apabila dalam 1 hari kita bisa mengumpulkan 10 subscriber (prospek) berarti dalam 1 bulan kita akan mendapatkan 300 prospek, di bulan ke-dua kita mendapatkan 600 prospek dan di bulan ke-3 kita sudah mendapatkan 900 prospek. Terus kalau udah dapat list building sebanyak itu untuk apa?
Prospek kita adalah uang kita, Ketika kita mau menawarkan barang atau service maka kita tinggal menulis surat penawaran dan kita kirim, maka dalam seketika surat penawaran kita dibaca oleh 900 prospek kita.
Katakanlah kita menjual barang seharga Rp.100 ribu, dengan konversi 1% berarti 9 orang melakukan pembelian dari kita. Berarti Rp.900 ribu sudah masuk ke rekening kita. Apakah sudah cukup sampai disini? Belum, kita bisa menawarkan barang atau affiliate di kemudian hari.
Coba bayangkan jika kita tidak punya list building (prospek/subscriber) maka ketika kita mau menjual barang maka kita akan sibuk mendatangkan pengunjung ke website kita. Dan ketika nanti kita jual barang lagi maka kita akan sibuk lagi untuk mendatangkan pengunjung. Capek kan?
Kekuatan list building yang lain :
2. Menghasilkan lebih banyak dengan membina hubungan pada prospek kita
Setelah kita mendapatkan contact info pengunjung, kita dengan mudah mem follow-up mereka dengan membina hubungan.
Jika kita bisa membina hubungan dengan prospek kita, kemungkinan besar mereka akan membeli produk/service kita lebih besar.
Selain membina hubungan dengan prospek, kita juga harus membina hubungan dengan customer yang pernah membeli produk kita, sehingga mereka mau membeli lagi ketika kita tawari produk lainnya.
Tahukah anda, lebih mudah menjual kepada orang yang pernah membeli kepada kita dari pada orang yang baru yang belum kenal kita. Selain itu kita perlu mengeluarkan biaya yang tinggi untuk mendapatkan customer baru, namun kalau kita menjual kepada customer lama, biaya marketingnya jauh lebih murah.
List Building adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan oleh semua bisnis, baik bisnis offline maupun bisnis online.
Coba kita bayangkan, apabila sebuah bisnis tidak mempunya database prospek, bagaimana kita bisa mendapatkan customer?
Satu hal yang pasti terjadi kepada bisnis seperti ini, ya – Bangkrut dalam waktu yang sangat cepat. Harapan saya sampai saat ini kita menyadari betapa pentingnya membangun sebuah list building.
Namun bukan sekedar membangun list building, tetapi membangun sebuah list building yang responsif. Sebab kalau kita mempunya 100.000 subscriber tetapi kita tidak mengerti bagaimana membuat mereka responsif terhadap penawaran kita, maka profit yang kita dapatkan juga kecil.



Halo teman-teman, nama saya Gm.Susanto, seorang FullTimer Internet Marketer. Saya bukan seorang GURU Internet Marketing tapi orang biasa yang suka berbagi pengalaman
