Jualan Online

Bagaimana Cara Mencuri Buyer Dari Kompetitor Sehingga Bisa Mendapatkan Order Kurang Dari 72 Jam Saja?

jas-ujan

Dari sekian banyak produk yang saya coba test ini test itu, akhirnya saya ketemu produk yang telah memberikan profit sejak 2010 lalu.

Produk saya cukup mendominasi ratusan pasar ceruk dengan kata kunci buyer yang biasa di cari oleh market online.

Nah, apa yang harus Anda pahami disini?

Kalau ingin jualan online, Anda tidak perlu menunggu segala sesuatunya sempurna.

Kita bisa kok langsung jualan online dalam waktu 24 jam ke depan.

Hah? Kok bisa..?

Bagi Anda yang masih pemula dan belum pernah jualan online saran saya adalah kita bisa memulai jualan dengan menjadi dropshipper atau reseller terlebih dulu baru kemudian menjual produk sendiri.

Alasannya?

Menjadi dropshipper atau reseller adalah langkah awal. Tujuan akhirnya adalah kita sukses menjual produk sendiri dan membuka reseller atau dropship kepada orang lain.

Dengan kita menjadi dropshipper atau reseller kita bisa meminimalkan resiko gagal ketika menjual produk sendiri.

Kok bisa sih?

Ini alasannya mengapa saya anjurkan anda menjadi dropshipper atau reseller sebelum nantinya Anda sukses menjual produk sendiri.

  1. Modal relatif murah, hanya dengan modal foto dan mempublish ke media sosial kita bisa dengan mudah mendapatkan income
  2. Kita akan tahu model dan varian produk seperti apa yang disukai oleh customer online. Sehingga nantinya kita bisa dengan tepat menjual produk-produk yang fast moving
  3. Kita bisa coba test harga apakah terlalu mahal atau murah.
  4. Kita bisa tahu karakteristik dari buyer, baik dari demografi, gender, usia, dan minat/kesukaan mereka sehingga nantinya kita bisa lebih tepat dalam menentukan segmentasi pasar
  5. Kita bisa melihat permasalahan yang biasa dialami customer. Seperti misalnya barang tidak sesuai dengan gambar, kompalain karena pengirimannya lama, biaya ongkir yang mahal, pelayanan kurang cepat/ramah, cara packing yang salah, dst

Ingat, dropship atau reseller itu adalah langkah awalnya, setelah kita dapatkan riset sederhana diatas maka tentu saja ketika kita menjual produk sendiri akan jauh lebih mudah.

Kita bisa menjual model yang disukai pembeli, memberikan harga yang kompetitif, menawarkan kepada target market yang tepat, menyediakan beberapa alternatif jasa pengiriman yang murah, memberikan garansi kepuasan, dan didukung pelayanan yang baik akan menjadikan produk kita lebih cepat diterima karena punya nilai tambah yang jauh lebih baik dari kompetitor yang ada.

Mungkin Anda bertanya, “Pak, apakah semua produk bisa kita jual?”

Pada prinsipnya kita bisa menjual semua produk secara online.

Namun ada parameter yang biasa saya pakai ketika saya ingin menjual produk baik itu melalui sistem dropship, reseller atau konsinyasi.

Apa itu?

Ingat 3 hal ini. Varian, Kualitas Dan Harga.

Sebagai contoh, kita akan menjual parfum secara online.

Ketika kita bertemu dengan produsen parfum, kita bisa gunakan 3 parameter tersebut.

Berikut datanya :

  1. Varian produknya ada lebih dari 1000 jenis parfum yang dijual
  2. Harganya paling murah dibanding dengan harga jual toko offine
  3. Kualitasnya sama dengan yang dijual di toko offline

Apa yang kita lakukan selanjutnya?

Kita harus tahu siapa saja kompetitor kita.

Bagaimana caranya riset kompetitor?

Sederhana.

Buka google.co.id lalu kita ketikkan variasi kata kunci utama dari produk parfum yang rencananya akan kita jual.

Misalnya saja : jual parfum original, grosir parfum original, dst

Ketika kita ketikkan kata kunci diatas, maka google akan melisting situs-situs toko online yang menjual produk parfum sejenis.

Lalu setelah itu saya akan liat produk-produk yang fast moving atau best seller yang mereka jual itu seperti apa.

Jika setelah kita riset kompetitor dan kita bisa memenangkan setidaknya 2 parameter diatas maka potensi produk kita laku itu jauh lebih mudah.

Contohnya gini, setiap kita ketikkan kata kunci yang terkait dengan ‘parfum original’ yang akan kita jual secara online, kita selalu temukan 3 sd 5 situs kompetitor yang selalu muncul di halaman pertama google.

Kita tulis nama-nama situs kompetitor tersebut lalu kita kunjungi satu demi satu.

Kita liat produk seperti apa saja yang mereka jual, produk-produk fast movingnya apa, best sellernya seperti apa, bagaimana harganya, dst

Jika kita yakin bahwa produk parfum original yang akan kita jual bisa bersaing maka kita bisa teruskan. Sebaliknya, jika dari 3 parameter diatas produk kita sudah kalah dengan kompetitor sebaiknya jangan diteruskan untuk menjual produk parfum.

Sesederhana itu teman 🙂

Prinsip ini juga berlaku ketika Anda ingin menjual apapun produk secara online. Itulah cara saya ketika ingin menjual produk secara online.

“Lalu apa yang harus dilakukan setelah itu?”

Pikirkan sesuatu yang WOW yang akan kita gunakan sebagai tagline!

Bahasa sederhananya begini,

Anda harus bisa jawab, “Mengapa orang lain harus membeli produk ini dari Anda?”

Misalnya saja, “Saya Bayar 5x Lipat Jika Ternyata Parfum Yang Saya Jual Bukan ORIGINAL”

Nah itu prinsip WOW nya dapat ketika kalimat tersebut kita jadikan tagline ketika kita menawarkan produk parfum kepada segmentasi market tertentu secara online.

Memahami Seperti Apa Kata Kunci Buyer VS Kata Kunci Umum

Banyak yang bertanya, “Pak, kita harus tahu kata kunci apa saja yang biasa dicari oleh target market online. Caranya seperti apa?”

Mudah.

Kita bisa pakai tools yang bernama google keyword planner.

Hanya dengan mengetikkan satu kata kunci utama, google bisa memberikan banyak variasi kata kunci yang terkait dan yang relevan dengan produk yang akan kita jual.

Cara Menggunakan Tools Google Keyword Planner :

Yang harus menjadi perhatikan adalah kita harus bisa membedakan kata kunci buyer dan kata kunci umum.

Maksudnya?

Ada banyak orang yang sebenarnya bukanlah target buyer dari produk Anda. Mereka bisa jadi mencari informasi yang terkait dengan produk anda, tapi mereka sedari awal bukanlah calon customer potensial.

Mereka hanya pencari informasi.

Karena itulah, kita harus cermat dalam memilih kata kunci buyer. Karena dari sana kita benar-benar bisa menganalisa siapa saja kompetitornya.

Lihat Video Training Bagaimana Kita Bisa Mendapatkan Kata Kunci Buyer Di Bawah Ini :

“Lalu apa saja ciri dari kata kunci buyer?”

Sederhana, mari kita berpikir dari kacamata buyer. Kira-kira kalau mereka sedang mencari produk yang ingin dibeli secara online, kata-kata apa saja yang mereka ketikkan?

Kata-kata Ini yang bisa jadi acuan :

  • jual
  • murah
  • grosir
  • harga
  • diskon
  • beli
  • dropship
  • reseller
  • pria/wanita/anak (penyebutan gender)
  • dst

Contoh kata kunci buyer itu seperti jual parfum, jual parfum original, parfum original murah, grosir parfum murah, reseller parfum murah, parfum original wanita, dst

“Apakah itu cukup?”

Setelah kita bisa membedakan kata kunci buyer dengan kata kunci umum, selanjutnya kita juga harus bisa melihat sebuah jumlah demand tertentu.

Ingat satu kata kunci itu sama dengan 1 pasar ceruk.

Contoh :

Kata kunci buyer “parfum pria” dicari oleh 6600 orang setiap bulannya.

Kata kunci buyer “jual parfum original” dicari oleh 1900 orang setiap bulannya.

Kata kunci buyer “parfum original murah” dicari oleh 2200 orang setiap bulannya.

Dst

Hanya dengan 3 kata kunci diatas itu mewakili 3 pasar ceruk yang berbeda dengan total demand sebanyak lebih dari 10.000 pencarian.

Dengan kata lain carilah kata kunci buyer yang jumlah pencariannya sedikitnya 500+ pencari setiap bulannya.

“Kok dikit banget pak?”

Ingat, yang sedang kita sasar adalah segmentasi market yang siap membeli produk Anda. Bukan mereka yang hanya ingin mencari informasi atau mereview produk Anda.

Sekalipun jumlah demand hanya 500 tetapi itu baru mewakili 1 kata kunci (pasar ceruk), bagaimana jika kita bisa temuka 20 saja demand yang rata-rata jumlah pencariannya 500+ setiap bulannya.

Itu berarti kita akan menggarap sebuat pasar ceruk online dengan tingkat demand sampai 10.000+ pencari (market online) setiap bulannya.

Jika 5% saja bisa berpotensi menjadi buyer, maka kita bisa mendapatkan 500 calon targeted buyer yang bisa kita ‘pengaruhi’ untuk membeli produk yang kita jual.

Test Produk

Oke, sekarang dari riset yang sudah kita lakukan diatas, selanjutnya kita harus berani melalukan test produk.

Setelah kita yakin bahwa produk yang akan kita jual melalui sistem dropship atau reseller, maka kita juga harus tahu bagaimana respon market onlinenya.

Dimana kita bisa melakukan test produk online?

Anda bisa coba tawarkan produk Anda melalui facebook, instagram dan situs belanja online seperti tokopedia.com, bukalapak.com, dst.

Perhatikan salah satu earning dari produk yang saya jual secara online ini.

Screen Shot 2016-05-16 at 11.16.40

Tentu saja, semua tidak terjadi secara tiba-tiba.

Bagaimana Cara Menawarkan Produk Di Sosial Media?

Ingat, tujuan kita melakukan test produk adalah untuk mendapatkan feedback dari market online. Dari feedback itulah yang akan menjadi modal kita ketika kita nantinya memutuskan untuk menjual produk sendiri.

Masalahnya adalah, ada begitu banyak dari kita yang ketika menawarkan sebuah produk dropship (reseller) hanya menawarkan apa adanya.

Kita lupa bahwa selain kita bisa mengemas produk dengan tampilan yang menarik, kita juga harus menawarkannya dengan bahasa marketing.

Saya menyebutnya dengan istilah simple copywriting.

Di bab khusus saya akan jelaskan salah satu metode dalam menulis sebuah penawaran iklan di sosial media yaitu dengan menggunakan prinsip W.H.O.A

Tujuan yang harus diingat ketika kita menulis sebuah penawaran adalah membangkitkan rasa ingin tahu dan minat dari target market Anda.

Dari sana, kita akan bisa mengukur apakah produk yang kita tawarkan itu diminati atau malah sama sekali tidak ada respon.

“Lalu bagaimana cara menawarkannya?”

  1. Tuliskan sebuah masalah lalu berikan solusinya yaitu produk yang Anda jual.
  2. Gunakan satu dari 4 kata yang bisa mempengaruhi minat orang lain terhadap produk yang Anda tawarkan
  3. Tuliskan bagaimana cara mereka memesan dan mengkontak Anda (BBM, WA, Telp)

Anda perlu tahu, minimal ada 4 kata yang bisa memancing minat orang untuk tahu lebih jauh dari apa yang Anda tawarkan.

4 kata itu adalah Terbaru, Menghemat, Bukti dan Garansi

1. Terbaru

Orang akan selalu tertarik dengan segala sesuatu yang baru, seperti model hijab terbaru, koleksi tas baru, baju batik baru, dst.

2. Menghemat

Jika ada produk yang bisa menghemat uang kita maka produk tersebut dipastikan bisa menarik minat orang untuk bertanya lebih jauh tentang apa yang kita tawarkan.

Misalnya saja dengan hanya membayar sekian rupiah di depan maka kita bisa mendapatkan fasilitas yang nilainya jauh melebihi uang yang kita bayarkan di depan.

3. Bukti

Anda boleh saja menjual produk, tapi tanpa memberikan bukti bagaimana orang lain berminat untuk tahu lebih banyak tentang apa yang Anda tawarkan?

Kalimat yang mengandung ‘bukti’ seperti ini bisa kita jadikan contoh, “7 dari 10 wanita telah berhasil membuktikan khasiat dari produk XYZ ini”

4. Garansi

Kata garansi ini akan bisa membantu orang lain untuk semakin berani bertanya tentang fitur atau benefit dari produk yang Anda tawarkan melalui sosial media.

Ini contohnya :

Bosan dengan menu diet sehat? Hanya dengan mengkonsumsi suplemen XYZ Ini, Anda masih bisa makan makan favorit yang Anda suka tanpa takut gemuk. 7 dari 10 customer kami memberikan testimoni positif setelah 30 hari mengkonsumsinya. More Info Hubungi SMS/WA 082xxx

 

Baca Lanjutannya Disini Bagaimana Saya Mendapatkan LAPORAN ORDER SETIAP JAM Dari Buyer Yang Memesan Produk Secara Online

Our Rating

8

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *