Jualan Online 2

Bagaimana Cara Saya Mendapatkan Duit Dari Jualan Online Terus Menerus?

Dari pengalaman saya, kita bisa berhasil menjual produk secara online jika memang produk yang kita jual itu kita sukai karena sesuai dengan passion kita.

Bisa jadi produk tersebut dekat dengan kehidupan kita, sesuai dengan hobi, keahlian atau bahkan pengalaman kita.

Jika saya hobi main bola maka jualan kaos jersey klub sepakbola adalah jauh lebih memungkinkan untuk saya lakukan.

Mengapa demikian?

Karena kita akan jauh lebih mudah menawarkan produk tersebut kepada orang lain.

Saya akan berikan 3 kata kunci yang bisa Anda kembangkan, ingat ya :

Learn, Tips and Buy!

Dari 3 kata tersebut (learn, tips dan buy) bisa Anda kembangkan sendiri sesuai dengan hobi, kesukaan ataupun bahkan keahlian Anda (soccer, cooking, homework, bussines owner, guru, dst).

Misalnya saja Anda hobi berbelanja fashion atau aksesoris. Mengerti model, bisa berikan advice dan trik-trik bagaimana membeli aksesoris tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Maka modal tersebut bisa membantu Anda, khususnya yang sedang mencoba menjadi reseller atau dropship.

Dengan demikian Anda punya nilai tambah di mata buyer.

Bukan hanya menjual saja, tapi juga memberi edukasi.

Contoh 1: Anda mempunyai hobi fotografi.

Anda bisa memanfaatkan Internet sebagai tempat untuk memamerkan foto-foto hasil karya Anda. Anda bisa buat desain situs sederhana yang berisi tentang dunia seputar fotografi.

Siapa tahu ada yang tertarik untuk menyewa jasa Anda.

Kemudian selain itu, Anda juga menulis berbagai tips-tips yang menarik tentang seputar dunia fotografi.

Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi atau pembelajaran kepada pengunjung. Karena orang pada dasarnya suka akan segala sesuatu yang sifatnya gratis dan bisa memberi nilai manfaat untuk mereka. Itulah yang dimaksud dengan TIPS!

Nah, kumpulkan kotak pelanggan atau pengunjung yang datang ke situs Anda melalui autoresponder.

Caranya, Anda berikan berbagai tips dan pembelajaran tentang dunia seputar fotografi dengan syarat si pengunjung harus mau memberikan data emailnya.

Nantinya secara berkala para pembaca yang telah mendaftarkan diri tersebut akan mendapatkan banyak edukasi dari Anda.

Itulah yang dimaksud dengan LEARN!

Anda harus tahu, tidak semua pengunjung situs Anda adalah prospek Anda.

Nah, Anda perlu untuk menyeleksi mereka.

Caranya, ya dengan membagikan hal-hal edukatif seputar hobi dan keahlian Anda secara gratis.

Baik itu berupa tips praktis, panduan bagaimana cara, studi kasus, dst dengan disertai teknik mengemas konten seperti foto dan sedikit keahlian copywriter.

Dengan cara seperti itu, pelanggan newsletter Anda akan semakin mengakui kredibilitas Anda dan juga merasa nyaman untuk terus berhubungan dengan Anda.

Barulah setelah itu itu, Anda bisa menawarkan produk.

Baik itu sesi workshop, private coaching, bahkan menawarkan jasa fotografer profesional dalam acara-acara baik formil maupun informil.

Itulah yang dimaksud dengan BUY!

Setelah itu, Anda bisa terus memberikan penawaran produk baik itu produk digital seperti ebook, home course, pernak-pernik fotografi, jualan kamera dengan harga special, ataupun menjual membership, pelatihan, dst.

Anda juga bisa membuat penawaran penjualan produk loh. Bisa berupa E-book (softcopy) tentang kiat-kiat menjadi fotografi professional.

Jangan lupa Anda bisa menjalin kerjasama dengan distributor.

Nah, Anda bisa dapat komisi ketika penjualan terjadi. Kemana Anda menjualnya?

Ya ke para prospek Anda yang sudah kenal Anda melalui situs yang Anda buat.

Wah banyak juga kan keuntungannya yah.

Intinya, jika Anda memberikan informasi yang berguna atau SOLUSI bagi suatu permasalahan, orang dengan senang hati akan membayar Anda.

Contoh 2, Jika hobi Anda berwujud barang.

Misalnya, Anda suka hobi otak-atik mobil atau bahkan Anda itu seorang sales otomatif yang ingin meningkatkan branding dan sales penjualan, ini saran yang bisa Anda coba lakukan.

Buat website berbasis wordpress dan tentunya sosial media  (Facebook, Instagram), lalu Anda bisa kembangkan learn dan tips tentang :

a. Special Report khusus tentang car review

b. Picture Galery tentang mobil-mobil keren/mobil-mobil jaman dahulu.

c. Tips-tips tentang cara merawat Mobil

d. Daftar harga mobil-mobil terbaru

e. Kumpulan mobil-mobil tercepat/top ten super car

f. Artikel-artikel yang berisi tips membeli mobil, merawat mobil, dll.

Kemudian baru pikirkan tentang “BUY”. Apa yang bisa Anda jual dari hobi Anda.

Termasuk jualan produk fisiknya baik itu dengan cara konsinyasi, reseller atau dropship!

That’s simple !

“Pak, Kalau Saya Punya Toko Alat-alat Musik, Bagaimana Cara Menjualnya?”

Menurut saya, mari kita mulai dari hal yang sederhana dulu.

Cara ini tidak membutuhkan banyak investasi besar di awal.

Begini, daripada Anda langsung jualan alat-alat musik dan pernak-perniknya secara online, akan lebih efektif jika terlebih dahulu Anda memasarkan hobi dan pengalamannya dulu.

Bisa saja Anda akan menawarkan kursus gratis belajar gitar akustik atau bahkan piano secara online dan sejenisnya.

Anda membuat video edukasi, video kompilasi dan video-video praktis lainnya dalam format mp4, Anda bisa upload di youtube, facebook atau instagram milik Anda.

Setelah situs Anda mendapatkan kunjungan setiap harinya dari orang-orang yang suka dengan konten Anda, silahkan pikirkan bagaimana Anda bisa menjual produk Anda.

Tentu saja sebelum Anda mewujudkan ide/hobi tersebut menjadi sebuah bisnis online, Anda harus melakukan RISET pasar terlebih dahulu, misalnya:

a. Anda harus mengetahui seberapa banyak orang yang mencari kata kunci yang berkaitan dengan ide atau hobi Anda. Ini akan menunjukkan besarnya target market yang Anda incar.

b. Anda harus mengetahui seberapa banyak situs yang bakal menjadi kompetitor/saingan Anda.

c. Anda harus mengetahui apakah target market yang Anda incar bisa dicapai lewat Internet

d. Anda juga harus meriset model bisnis apa yang terbaik untuk menghasilkan uang dari hobi Anda.

Riset pasar sangat penting untuk mengetahui apakah ide/hobi Anda mempunyai prospek yang menguntungkan bila diwujudkan menjadi sebuah bisnis online.

Jika Anda tidak melakukan riset pasar, itu seperti melepaskan anak panah dengan mata tertutup. Bagaimana mungkin Anda berharap bahwa tembakan Anda tepat sasaran, jika Anda sendiri tidak tahu kemana harus mengarahkan anak panah tersebut.

Jangan khawatir dengan kata “riset pasar”, itu tidak serumit yang Anda bayangkan dan semuanya bisa Anda lakukan sendiri dengan cepat dan gratis.

Contoh kasus sederhana:

Si Maya suka membuat kue kering, dia punya bumbu rahasia tentang bagaimana cara membuat kue kering yang kata orang sangat enak.

Nah si Maya ini ingin menjual hobi dan keahliannya tersebut lewat internet. Kemudian secara iseng dia mulai otak-atik judul yang menarik akan hobi membuat kue kering tersebut.

Setelah itu, dia pun harus melakukan riset pasar, apakah IDE menjual panduan resep kue kering secara online akan laku?

Dan si Maya pun mengetikkan kata kunci diatas menggunakan google keyword planner untuk mengetahui apakah ada pasarnya atau tidak,

Dia menuliskan kata kunci utama yang terkait dengan keahliannya yaitu, “resep kue kering”

Lihat gambar berikut,

resepkuekering

Ternyata di Indonesia ini untuk pencarian kata kunci “resep kue kering” saja dicari oleh lebih dari 110 ribu pencarian online dalam sebulan.

Dan tingkat persaingan kompetitor pemasang iklannya rendah!

Jumlah pencarian sebuah kata kunci/keyword di internet sebanyak lebih dari 90 ribu itulah yang dinamakan dengan market online!

Itu artinya dalam 1 bulan di search engine google Indonesia, ada lebih dari 90 ribu kali kata kunci “resep kue kering” di ketik di search engine google.

Apa lagi yang menarik?

Ternyata google memberitahukan bahwa saat ini tingkat persaingan untuk pemasang iklan yang menawar kata kunci “resep kue kering” itu sangat RENDAH!

Bahkan google menawarkan kalau ada pemasang iklan yang berani mengeluarkan bidding (penawaran) maksimal untuk biaya per klik kata kunci sampai Rp. 331,- akan langsung di APPROVE!

Apa artinya?

Sekalipun google meminta harga penawaran Rp. 331,-, tapi hukum ekonomi pasti berlaku. Karena tidak ada pesaing, maka jika Anda menawar untuk kata kunci “resep kue kering” sebesar maksimal Rp 500,- pasti akan langsung diterima dan iklan Anda akan ada di halaman pertama google.

Mau bukti? Lihat ini,

resepkuekering2

Saat saya menulis artikel ini, belum ada pemasang iklan yang menembak kata kunci “resep kue kering”

Note: bisa jadi ketika anda mengetikkan kata kunci tersebut, sudah ada pemasang iklan karena artikel ini sudah dibaca oleh ribuan orang dimana beberapa diantara mereka juga pelaku usaha kue kering 🙂

Yes, Anda sudah dapatkan clue-nya!

Sudah ada demand, trend pencariannya terus naik, jumlah marketnya yang sangat potensial tanpa ada (atau sedikit) persaingan.

Lalu dimana baiknya nanti Anda memasarkan produk resep kue kering Anda?

Mari kita lihat:

resepkuekering3

Nah, ketahuan sekarang, paling tidak ada sekitar 7 kawasan di Indonesia ini yang bisa Anda jadikan sasaran demografi spesifik untuk menawarkan produk kue kering Anda.

Beberapa diantaranya adalah di Pontianak dan Makasar.

Apakah Anda menangkap peluang ini?

Yess!

Dengan hanya satu kata kunci saja, maka si Maya bisa memperkenalkan resep kue kering untuk dijual.

Dengan jumlah market 110 ribu pencarian maka Maya berharap sekitar 40% dari jumlah tersebut pada akhirnya menemukan website penjualan milik si Maya.

Dimana nantinya untuk dia bisa menarik visitor mengunjungi websitenya, dia akan gunakan sosial media seperti Instagram, Facebook dan Tentunya Line@

Kemudian karena Maya sudah belajar bareng saya (hehehe), maka dia bisa mengemas produk informasi tentang resep kue kering dengan menarik sehingga orang tertarik dengan isi websitenya.

Maya-pun mulai memberikan tips-tips resep membuat kue kering, dia memberikan edukasi, dia menyapa, melibatkan pembaca/pengunjung situsnya untuk berinteraksi dengan dia secara online (instagram, Facebook)

Terkadang Maya pun rutin memberikan resep kue kering terbaru untuk dicoba juga oleh para pengunjung situsnya.

Maya selalu senang untuk terus memberikan secara gratis resep-resep hasil kreasi Maya dan sampai suatu ketika pada akhirnya Maya menjual resep utama yaitu resep kue kering nusantara.

Dalam sebulan, dia bisa menarik 1800+ follower untuk mendapatkan tutorial resep-resep kue kering dari maya melalui instagram, dan ribuan likers melalui facebook page.

Dan setelah 4 bulan berjalan, Maya telah menarik 7200-an follower untuk membaca semua hal yang terkait dengan hobinya membuat kue kering. Belum lagi jumlah likers dan komentar di Facebook yang terus bertambah.

Maya-pun mulai mencoba menawarkan ebook membuat resep kue kering nusantara kepada kepada sekitar 7200 pembaca newsletter yang selalu mengikuti update dari topik-topik seputar resep kue kering tersebut.

Dengan menghitung konversi penjualan 3 % saja maka potensi yang bisa didapatkan Maya adalah :

 50 Ribu x (3 % x 7200) = 50 ribu x 216 pemesan = 10,8 Juta Rupiah

Ssst, nanti dulu, apakah hanya berhenti di angka 10,8 juta saja?

Tentu tidak, nanti akan saya ajarkan prinsip funelling!

Hanya dengan 216 pemesan tahap pertama saja, kita bisa terus menerus mendapatkan penjualan lagi.

Oh ya? Caranya?

Pernah dengar yang namanya metode penawaran “UP SELL”

“Apaan sih, kok aku baru denger nih ..?”

Oke kalo masih bingung, coba deh pergi ke KFC, setiap kali kita membeli ayam disana, ketika sedang bertransaksi-nya, pelayannya selalu bilang begini, ”Mungkin mau nambah kentang gorengnya, hanya 5 ribu saja?”

“Mau CD Agnes Monica? Cukup ambil paket … dengan menambah transaksi sekian rupiah”

Itulah UP SELL!!

Maya pun, bisa menawarkan penawaran DVD trainingnya yang berisi step by step cara membuat resep nasi goreng nusantara. Atau bisa juga dia bekerja sama dengan distributor tuperware atau bahkan produk-produk MLM yang terkait.

Misalnya saja harga DVD training dan satu produk Tupperware dengan harga Rp 75.000,-. Dan dari 216 pemesan tadi, 50% memutuskan untuk membeli penawaran upsellnya. Sehingga Maya mendapatkan tambahan omset 108 x 75 ribu = 8,1 juta rupiah.

Total omset sebesar 18,9 juta. Hanya dengan membuat sebuah penawaran singkat (simple offer) yang ditulis melalui instagram dan facebook. Untuk semakin menjaring prospek, Maya mengarahkan (call to action) untuk meng-add Line@ miliknya.

Dahsyat!

Maya bisa melipatgandakan penawaran jasanya tanpa harus mengeluarkan budget promosi besar. Lalu apakah penghasilan Maya berhenti sampai disitu?

Tidak juga, Maya bisa saja berjualan apa saja yang terkait dengan produk resep kue keringnya. Dia bisa jadi suplier, reseller, dropship sampai kerjasama dengan cara titip jual (konsinyasi) dengan orang lain.

Dia bisa merekomendasikan alat-alat dapur/memasak, dia bisa bekerjasama dengan supplier/distributor untuk menawarkan produk yang masih relevan, dia bisa membuka kursus online jarak jauh, dia bisa memasang space iklan kepada sponsor, dll.

Wah itulah cara Maya mendapatkan uang secara online hanya dari 1 niche market sederhana yaitu “resep kue kering”.

Hmm, saya rasa 18,9 juta tersebut bukanlah jumlah yang kecil untuk ukuran penghasilan tambahan di Indonesia 🙂

Lalu setelah itu, dia akan mendapatkan banyak testimoni dari pembacanya dan Maya pun semakin PeDe untuk menyempurnakan produknya.

Dan akhirnya dia pun membuat sebuah produk ebook + e-course yang dijual secara online. Dimana setiap bulan selalu saja ada yang memesan produknya.

Dengan demikian penghasilannya pun akan berlipat di kemudian hari!

Memang hitung-hitungan diatas tidak bisa 100% dijadikan patokan. Saya hanya memberikan sebuah gambaran akan potensi bisnis melalui internet.

Bagaimana dengan saya?

Saya menggunakan instagram dan facebook page untuk memancing ikan keluar, lalu menariknya ke Instagram. Untuk keperluan order, saya pancing kembali ikannya untuk meng-add LINE@ dan SMS/WA.

Kurang dari 10 bulan, saya bisa mendapatkan lebih dari 100K follower dari akun riil asli yang memang tertarik dengan produk online yang saya jual.

Caranya ya promosi (via Facebook, Paid Kroyok dan Paid Promote serta viral marketing)

Terpenting bukan bagaimana cara promosinya, tapi bagaimana saya memastikan bahwa ‘ikan-ikan’ yang telah keluar itu mau masuk ke kolam saya.

Tentu saja, saya harus siapkan isi kolam yang menarik bukan? 🙂

Nah saat saya menjual produk online inilah,  saya juga menerapkan prinsip learn, tips dan buy dengan sedikit teknik mengemas produk dan prinsip zero marketing yang saya ajarkan.

Hasilnya?

Setiap hari 1000 request follower minta di add!

‘Ikan-ikan’ pada memaksa minta di masukkan ke kolam saya 🙂

IG-jpg

Bagaimana dengan perkembangan Line@ produk online yang saya jual?

line

 

Setelah kolamnya penuh, apa dampaknya buat ‘ikan-ikan’ lain?

Hampir setiap hari ada 1000 lebih follower yang memaksa di add di akun instagram toko online saya. Mereka laparrr, pingin nyemplung di kolam saya.

Sebuah offer yang dibuat sederhana bisa mengerek trafik kunjungan situs secara instant, tanpa promosi atau menggunakan tools marketing!

Lihat videonya ini :

 

Nah, kalo sudah begono, bisa gak nawarin produk tanpa harus pusing pake teknik copywriting super atau tools yang super duper mahal?

Bisa. Tapi ngapain repot-repot harus jadi jagoan copywriter, tapi gak apa-apa sih kalo Anda sudah jago bikin offer 🙂

Tapi buat saya, pekerjaan ‘menawarkan’ jadi jauh lebih mudah.

Terkadang, saya cukup tawarin mereka sebuah produk baru.

Nulisnya pake simple offer, upload produk, kasih keterangan fitur (atau benefit) dan call to actionnya kemana.

Dan hasilnya…!

Tralaa…

menunggu-transferan

 

Dari pagi sampai malam, setiap jam selalu ada laporan masuk dari buyer yang telah melakukan order.

Semua itu berasal dari sebuah simple offer yang saya tulis baik itu di Instagram atau Line@

“Pak GM, Bisa dijelaskan lagi kok bisa cepet banget closing salesnya?”

Saya akan SKIP dulu materi lanjutannya, ya karena sekarang Anda bisa belajar dari pengalaman saya membagun aset produktif dengan income sedikitnya 10 juta/bulan hanya dari 1 website. Bagaimana Anda bisa mengambil inspirasi dari pengalaman saya ini, baca disini

.

.

.

.

.

.

.

.

Oya, temen-teman mau belajar tutorial tentang simple selling class secara GRATIS?

Klik banner di bawah ini ya 🙂

Our Rating

8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *