Jangan Beli Hosting Di Hostgator?

“Ada yang menyarankan kalo untuk hosting jangan beli di hostgator.com, itu bagaimana menurut pak Gm?”

hostgator hosting

Tidak masalah kalau ada yang menyarankan seperti itu, kembali ke Anda apakah mau nurut atau tidak. Paling tidak anda juga harus punya dasar alasan yang jelas, jadi jangan asal ikut-ikutan. Soalnya, kalo anda memilih hosting dicompany lain lalu ada marketer lain bilang jangan beli hosting di sana, nantinya malah tambah pusing kan 🙂

“Bisa lebih dijelaskan nggak pak, saya ingin pendapat yang lebih objektif?”

Begini, saya bisa sebutkan 50 perusahaan hosting top di dunia yang biasa dipakai oleh marketer profesional dan saya juga bs tunjukkan 1000 customer yang memberikan review negatif terhadap 50 perusahaan hosting tersebut.

Coba kamu sebutkan hosting company yang kamu tahu?

“ada bluehost, godady, ”

Wah, kamu tahu si Marketer A baru-baru ini memindahkan seluruh domainnya dari bluehost ke tempat lain loh, ada lagi?

“selain bluehost yang saya tahu itu ya seperti dreamhost, hostmonster, hawhost, justhost…”

Wah, kayaknya yg host host kamu apal ya 🙂 seperti yang sdh saya singgung diatas, saya bisa tunjukkan ketidakpuasan customer terhadap layanan hosting tersebut. dan kalo kamu terus ikuti apa kata mereka ya kamu cuman bisa jalan ditempat.

Sekalipun judul artikelnya itu jangan beli hosting di hostgator, tapi prinsip ini juga berlaku utk perusahaan hosting yang lain yang ingin kamu gunakan.

Oke, saya berikan 2 hal yang bisa kamu pikirkan secara objektif ya.

1. Kalo ada marketer lain lg curhat pengalamannya, lihat case by case jangan dipukul rata

2. Kalo mau milih mana paket hosting yang mesti dipilih, sesuaikan dengan kebutuhkan website (blog) kamu saat itu mau seperti apa

Oke, saya bahas ya ..

Lihat case by case maksudnya begini loh, itu satu perusahaan hosting bisa menghandel puluhan ribu sampai jutaan customer (baru tahu kan), okeh katakanlah hosting company A, customernya itu ada 100 ribu lebih loh. Kalo dari 100 ribu customer lalu ada 1000 orang yang berkata layanan, fitur atau yang lainnya jelek, apakah dengan seperti itu lalu kita ikut2an mengambil kesimpulan hal yang sama?

Mari kita lihat case-nya apa dulu lalu lihat apakah ada kesalahan (yg kadang tdk mau diungkap oleh si pemberi testimoni) yang dilakukan oleh customer?

Saya analogikan seperti ini ya,

kasus 1.

Kita itu sewa stand di sebuah foodcourt. Lalu kita buka standnya, waktu berjalan lalu stand foodcourt kita makin ramai dan ternyata pengunjung yang datang melebih kapasitas meja yg disediakan, karena itulah kita mendapatkan protes dari penyewa stand lainnya karena pengunjung mereka tdk bs duduk dan tdk dapat tempat parkir. solusinya bisa jadi kt sewanya diperbesar, yang tadinya sewa 1 stand, kt bs minta nambah stand lagi (kalo ada). tapi kalo berlarut-larut dan kita tdk mau mengalah atau pindah lokasi yang lebih luas ya bisa berakibat kontrak kita diputus oleh pengelola demi menyelamatkan penyewa stand yang lain yg sdh terlebih dulu ada sblm kita.

kasus 2

Kita itu sewa stand di sebuah foodcourt karena yang punya baik hati sekali dia bilang gini, aku akan kasih tempat seluas2nya buat parkir tamu, kamu jg boleh pake dapur sepuasnya untuk racik menu makanan kamu, kamu juga tdk perlu bayar listrik dan air tiap bulan, nih baca aturan mainnya lebih lengkap disini.(kadang kita males baca atau tdk mau tanya kalo ada yg kurang jelas)

Waktu berjalan tanpa kita sadari ternyata utk daya listrik di satu lokasi foodcourt tsb masih dijadikan satu dan satu kali waktu kita memakai listrik dan air sangat over sehingga penyewa stand lain waktu mau gunakan air, persediaan airnya sdh habis, kadang listriknya suka turun karena tidak kuat menahan beban daya yang kita gunakan.

Solusinya  bisa jadi kita masih sewa di tempat yg sama hanya kita minta daya listrik terpisah, khususnya utk stand yang kita sewa, kalo sebelumnya 2200 volt dipake rame-rame, mungkin sekarang kita diberikan daya sampai 5500 volt sendiri. Sementara utk air kita buat tandonan air yang lebih besar khusus dipake oleh kita sendiri. Tentunya kita harus mau bayar lebih untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Kalo kita cuek ya bisa saja suatu hari nanti si pengelola  menutup akses listrik dan airnya di stand yang kita sewa secara sepihak sehingga membuat operasional usaha kita mati, sampai kita mau mengikuti aturan main dari mereka!

kasus 3

pernah masuk jalan tol?

Ada aturan yang tidak tertulis yang seharusnya dimengerti oleh pengguna jalan tol. misalnya saja yang simple itu jangan buang sampah sembarangan, lajur kanan hanya untuk mendahului, dst

Bisa dibayangkan, jk setiap penguna jalan tol yang akan masuk pas lagi bayar di jelaskan semua aturan main saat ada di jalan tol? wah bisa chaos ya, pengendara di belakangnya pasti sdh bunyikan klakson. kagak sabar 😀

pas di jalan tol, suatu kali kita ambil lajur paling kanan dan mengemudikan mobil pelan-pelan, misalnya 40 km/jam.

lalu kalo ada pak polisi membunyikan sirine dan memberikan pengumuman lewat pengeras suara, kalo kt tdk boleh mengambil lajur kanan dg cara spt itu. tindakan polisi tsb apakah dibenarkan? YAP, benar!

Lalu satu waktu tertentu, ada polisi lain yang juga mengingatkan pengendara lain yang berperilaku sama namun dia tidak mengumumkan tapi langsung menghentikan mobil tsb dan memberikan teguran, apakah itu juga dibenarkan? Yap, benar.

Bahkan jk di waktu lain ada polisi lainnya yang langsung menilang si pengemudi mobil dg alasan membahayakan sesama pengguna jalan tol jg masih dibenarkan.kalo lalu tiba-tiba kita mencak-mencak ke pak polisi dengan mengatakan bahwa tidak ada pemberitahuan lebih dulu, saya baru pertama masuk jalan tol, dst ya tentu saja tidak diindahkan oleh pak polisi karena dia hanya menjalankan tugasnya

Artinya apa? kadang kita harus tahu aturan main saat kita sewa stand atau pakai jalan tol

Itulah yang terjadi ketika kita sewa hosting, beberapa dari kita itu sebenarnya banyak gak tahunya tapi merasa tahu, begitu kena semprit, kita mencak-mencak dan bilang kalo layanan hostingnya jelek, dst

“Pernahkah pak Gm dirugikan oleh layanan hosting?”

Sebenarnya dirugikan karena saya gak mau baca aturan main (males cari tahu lebih dalam), gini critanya:

Di tahun 2011, Waktu itu situs saya sudah memberikan omset pemasukan rata-rata 5 juta/day (cukup besar loh bagi saya), memang sih saya akui ada pemberitahuan email dari pihak hosting yang memberikan warning bla bla, jujur saya tidak tahu maksudnya apa, intinya saya harus melakukan modifikasi pada script tertentu.

Sampai suatu ketika website saya tidak bisa diakses sama sekali ya karuan saja saya mencak-mencak. saya bilang hosting yang saya ambil ini unlimited, bandwith jg unlimited, pengunjung saya masih 100 ribuan sebulan masa sdh kena suspent (saya pikir krn melebihi batas), pokoknya saya marah-marah lah dg bahasa inggris ala kadarnya.

harus diakui, beberapa dari kita itu (termasuk saya dulu), waktu bisnis onlinenya mulai maju kita pinginnya bayar hosting semurah mungkin tapi dapat layanan no.1 dari pihak hosting 😀

yang tidak saya ketahui adalah ternyata paket hosting yang saya ambil sdh tdk cukup menghandle aktivitas online website saya baik dari segi trafik, kapasitas pemakaian memory dan aktivitas user di dalamnya

Waktu itu saya mengambil paket share hosting, sekalipun serba unlimited tapi ternyata ada batasannya (ada limitnya) yaitu pada pemakaian CPU dan Memory. Inilah yang tdk diketahui oleh saya (karena itu, jangan malas utk terus belajar ya)

Contoh  ya : kalo trafik kita masih 100 ribuan sebulan , atau kita instal plugin sampai 10 bisa jadi paket share hosting masih cukup utk kita pilih (btw utk share hosting di hostgator masih cukup mampu menahan trafik up 10k/day). tapi kalo kita cuek maka bisa jadi pertambahan trafik terus menerus akan menggerus kapasitas memory yang disediakan pihak hosting dan akibatnya situs kita untuk sementara tidak bs diakses.

“Lalu bagaimana dg kasus situs bapak Gm itu?”

ya harus saya akui saya marah2 dan terlanjur memindahkan hosting ke perusahaan hosting lainnya.

“apakah masalahnya beres?”

TIDAK. hahahaha

Awalnya baik-baik saja, tp tiba2 tanpa ada warning atau pemberitahuan situs saya jg tdk bisa diakses. bedanya waktu saya protes, tim support mereka mau dg sabar (krn bhs inggrisnya saya jg belepotan) menjelaskan letak masalahnya.

Singkat kata, saya pindahkan paket dari share hosting ke VPS hosting. Masalahnya pun beres!

“Pak Gm, pakai apa saja paket hosting servernya?”

Share hosting, VPS dan dedicated server di beberapa hosting company yang berbeda.Tapi sekali lagi jangan ikut2an tanpa tahu dasarnya, sekali lagi lihat case by case dan juga sesuaikan kebutuhanmu

2. Nah sekarang saya mau sedikit sharing point kedua ini yaitu Sesuaikan dengan kebutuhkan website (blog) kamu saat itu mau seperti apa, ukur juga dengan kemampuan modal kamu.

Gini ya, saya itu sudah buanyak kali mengarahkan member untuk action. Alih-alih dia action, dia hanya berkutat seputar membanding-bandingkan antara hosting satu dengan hosting lainnya.

Celakanya yang jadi pembandingnya adalah marketer senior yang jelas2 saja dia punya kebutuhan yang sangat kompleks dibandingkan dg dia yang mau mulai saja belum!

Waktu saya tanya apakah website kamu sdh menghasilkan earning, berapa? atau berapa unik visitor per harinya?

Dia cmn jawab, belum pak. Belum ada website belum ada earning belum ada trafik. Nah LO!

“Pak, apakah harus selalu perusahaan hosting luar negeri?”

Sekali lagi, kamu harus tahu dasar alasan kenapa kamu memilihnya, tdk masalah jk kamu pilih perusahaan hosting di Indonesia sepanjang kamu tahu kebutuhanmu sebatas apa, lalu punya alasan kuat mengapa perusahaan hosting itu yang kamu pilih.

Memang sejauh ini hosting yang saya pilih semuanya ada di USA dan saya pun tidak menaruh seluruh domain hosting saya di 1 perusahaan hosting yang sama.

“Jadi, apakah bapak tetap rekomendasikan hostgator?”

Loh, nggak baca penjelasan saya panjang lebar diatas 😀

Bukan hanya hostgator saja, tapi hosting yg lain jg sama prinsipnya. Pake 2 patokan di atas supaya kamu bs objektif ya.

Untuk hostgator memang perusahaannya kan dibeli sama company lain, lalu sebagian marketer menulis rumor yang aneh2. Ah, padahal jg nggak seserem itu kok!

Kt harus ukur kebutuhan website kita saat ini mau seperti apa, bs jadi marketer  lain yang “sakit hati” itu kebutuhan websitenya sdh kompleks, namun pengalamannya tdk bs dijadikan ukuran mutlak utk marketer lain, apalagi pemula kayak kamu. (lihat case by case-nya dulu)

Bisa jadi anda meniru saya, kalo websitenya masih sederhana, boro-boro ngomongin earning lha wong market belum kebentuk kalo gitu ya nggak usah njlimet membandingkan satu hosting dg yg lain. lihat point nomor 2 diatas!

Anda bisa coba hostgator atau apapun hosting company yang Anda tahu itu terbaik (silahkan googling). Seiring berjalannya waktu, kt bikin website baru lalu kita coba di hosting lainnya, di kesempatan lain kt jg coba ambil paket hosting yang berbeda.

Misalnya, di hostgator ambil share hosting, di bluehost coba ambil paket wordpress hostingnya (khusus wordpress), setelah bisnisnya jalan, trafiknya bagus, earningnya mulai stabil, naikkan ke VPS hosting sampai pada akhirnya berani ambil dedicated server sendiri baik itu di perusahaan hosting yang sama atau lain.

Artikel berikutnya, Apa bedanya Share Hosting, VPS dan Dedicated Server?

Our Rating

7

6 Comments

  • oh begitu ya mas GM, jadi membandingkan nya sesuai kebutuhan kita, kebetulan saya lagi berencana bikin website wordpress di banyak niche, mungkin pertama tama saya akan mencoba shared hosting. Kalau kena suspend baru bakal ambil tindakan sesuai mas GM sampaikan. Terimakasih master 😀

  • Dhen says:

    Wah menarik sekali artikelnya. Kebetulan lagi cari hosting nih. Sayang ga bahas hosting indo..he

    • admin says:

      silahkan sharing saja pak dhen, siapa tahu pengalaman bapak ketika menggunakan hosting indonesia bisa bermanfaat bagi kami semua 🙂

  • andrew says:

    Makasih pak sharingnya, kadang memang kita hanya jalan di tempat ketika mencari hosting terbaik, semingguan saya membanding bandingkan antara hosting satu dengan yang lain. dan kesimpulannya nol besar. karena masing masing hosting memiliki keistimewaan dan kekurangannya sendiri-sendiri. akhirnya daripada pusing sendiri, saya langung take action ambil saja paket hosting yang kantornya terdekat saja dari tempat tinggal saya.

  • Charis Fauzi says:

    Pak GM mau tanya. Penghasilan 5juta/day itu dari apa saja ya?? Banyak sekali itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *