Hei, Jangan Buru-Buru Bayar Down Payment Pembelian Rumah ya!

“4 Aturan Main Ketika Ingin Bayar Down Payment Pembelian Rumah!” by. Gm.Susanto

Down Paymen Pembelian rumahHoreee, akhirnya setelah bercuap-cuap, berbusa-busa…. DEAL. betapa senangnya perasaan kita saat itu 🙂

Terus si penjual bertanya, “kalo gitu, kapan saya bisa nerima DP-nya mas?”

Uppsss!

Gimana njawabnya? Lha wong duitnya jg belum ada? Cuman ada tabungan itupun hanya cukup buat bayar DP kan rencananya mau Pake KPR.

OOoo ..!

Inilah kesalahan kita sebagai pembeli rumah. pinginnya tuh buru2 kasih DP, biar urusannya cepet kelar!

Iya, saya tahu, semangat dan antusias anda dalam membeli rumah.

Tapi kalo bicara seni membeli properti ya sebaiknya jangan begitu-begitu amat ya. masa begitu deal langsung menjanjikan pembayaran DP (down payment).

Bukan seperti itu mas bro!

“Kenapa kita tidak boleh buru-buru bayar DP setelah kita deal harga?”

Saya sudah sedikit membahasnya, disini

Banyak dari kita yang buru2 kasih DP  dan tidak memperhitungkan masalah-masalah yang bisa terjadi di kemudian hari.

Bahkan masih banyak orang yang memberi DP di bawah tangan tanpa adanya notaris.

“Terus gmn donk tipsnya?”

Gini, kita bisa segera melakukan pembayaran DP jika :

1. Anda sudah deal harga.

Jangan mau memberi DP di muka jika harga belum deal. Kadang ada pembeli model gini, buru-buru bayar DP karena ia takut keduluan pembeli lain. (ingat, ini konteksnya pembelian rumah perorangan loh ya)

2. Penjual setuju dengan cara pembayaran Anda.

Lha, wong belum ada kesepakatan cara pembayarannya kok sudah buru-buru kasih DP. Piye toh mas! Banyak masalah terjadi manakala si penjual tidak tahu kalo kita itu nggak ada duit. kita maunya pake KPR, dia maunya CASH atau bayar nyicil maksimal 3 bulan. Lha, kalo kita udah buru2 kasih DP yo wis, bermasalah!

3. Sudah ada kepastian cara pembayaran dari kita.

Ingat, sekalipun kita niatnya KPR, kan belum tentu langsung di terima oleh bank. Kalo kt saja belum tahu apakah bank mau nerima proses pengajuan KPR, kok ya mau-maunya buru-buru kasih DP. (mikir bro!)

Dengan kata lain, kita berani tentukan tanggal pembayaran DP, setelah ada kepastian dari pihak bank (jk kita ingin KPR).

4. Bayar DP di depan notaris

Ini cara paling aman yang saya rekomendasikan yaitu mau bayar DP di depan notaris yang disepakati bersama dan sudah harus disertai engan PPJB atau surat perjanjian pengikatan jual beli.

“Lha, pak saya nggak mau pake notaris, ini harga di bawah pasar, kalo tidak saya caplok takut keduluan”

Jika demikian, kasih saja TANDA JADI dan buatkan PPJB sederhana yang intinya rumah tsb sdh dijual kepada anda dengan harga sekian sekian, cara pembayarannya bagaimana, hak dan kewajibannya bagaimana. itu saja sudah oke kok 🙂

Tapi ingat, usahakan tanda jadi ini nilainya kecil. Kalo di bawah 500 juta, saya kasih 500 ribu jg sdh diam kok orangnya. kan niatnya emang beli 🙂

Mungkin, teman-teman ada yang mau berbagi pengalaman?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *