Cara Mudah Menaklukan Supplier Untuk Bilang YES

Saat ini, ketika saya kulakan, suplier masih percaya ketika memberikan barang kepada saya senilai 100 juta.

Dan ternyata, besar kecilnya jumlah yang dipercayakan itu tergantung kita loh, mau tahu seperti apa?

Baca yuuks., studi kasus perjalanan online shop milik saya.

suplierSelain produk suplier yang dikirim ke rumah, ada juga beberapa produk fashion yang harus saya hunting di beberapa lokasi di jakarta ini.

Kami selalu kulakan di hari saya sama, jam yg sama 2-3x tiap minggunya.

Saya bertemu beberapa suplier yang sama di lokasi yang sama dan saya order juga dengan jumlah pembelanjaan yang rata-rata jumlahnya sama.

Dan selidik punya selidik, ternyata sesama supplier/penjual itu selalu “rempong” satu dengan yang lain, mereka selalu hapal tipe-tipe pelanggan dan selalu cerita antara satu suplier dengan suplier lain.

Sehigga karena konsisten dalam berbelanja (hari, waktu, dan jumlah total rupiah yang dibelanjakan yang hampir selalu sama) membuat banyak orang yang pada akhirnya mengenal kami. Sekalipun saya datang sendiri atau bukan saya yang datang, mereka tahu kalo itu adalah kami.

Apa yang terjadi?
Dengan sendirinya mereka bisa menyimpulkan bahwa:

a. Saya selalu kulakan dengan nilai nominal tertentu (mereka bisa menebak kira-kira jumlah rupiah yang kita belanjakan sampai berapa. Wuih hebat ya)

b. Mereka bisa menyimpulkan dengan seringnya kami kulakan setiap minggunya, bahwa perputaran produk yang saya jual itu bagus

Apa yang terjadi?
Di titik tertentu, banyak dari mereka yg akhirnya selalu menawarkan untuk mengambil barang lebih.

“Udah ambil aja dulu…”
“Bayarnya kalo sudah laku aja.., gampang itu”
“dst dst”

Ingat loh ya, saya tidak pernah kasih tahu mereka bahwa saya ini adalah orang yang jujur, begini begitu, dst.

Saya hanya melakukan pola yang sama dan selalu bayar cash dimuka dan apa yang saya lakukan ternyata diperhatikan oleh orang!

Nah, jika suplier sudah berani memberikan penawaran tersebut, sebenarnya kita tanpa harus membawa uang belanja dalam jumlah besar-pun bisa dapat tambahan modal barang, kok bisa?

Misalnya gini. Kita biasa belanja 10 juta, terus kita belanja barang dg total 13- 15 juta, dan karena kita cuman bawa 10 juta, kita bilang “Bos, 3-5 jutanya bayar mundur ya, minggu depan-misalnya.”

Pasti dikasih!

Tp seperti yang saya bilang diatas, mereka selalu memberikan “hutang barang” yang terukur, maksudnya gini. Biasanya diawal-awal mereka bisa bantu kita kasih barang 20%-30% atau maksimal 50% dari TOTAL KEBIASAAN BELANJA kita, lalu mereka akan lihat dulu perkembangannya.

Misalnya anda belanja barang 35 juta dan anda hanya memberikan 10 juta, sementara 25 juta Anda bilang bayar mundur, bisa jadi mereka akan pikir-pikir, karena mereka sebelumnya tahu bahwa anda biasa belanja tidak lebih dari 10 juta.

Mereka akan semakin percaya ketika kita bisa membayar hutang barang dari prosentasi yang paling kecil dulu YANG DIHITUNG DARI TOTAL JUMLAH BELANJA BARANG YANG BIASA KITA BELANJAKAN

Lalu, apa yang saya lakukan dengan banyaknya penawaran dari para penjual/supplier tsb?

SAYA TETAP TIDAK MENGAMBIL KESEMPATAN/PENAWARAN ITU!

Why?
Saya punya prinsip selama saya masih mampu bayar cash, saya akan bayar cash!

(Note: prinsip selalu bayar cash ini tidak bisa disama-ratakan dengan orang lain ya, karena kita hrs cermat dalam berhitung dan dalam kasus ini kebetulan saya bisa memilih hanya produk-produk yang potensinya bisa langsung habis terjual dalam kurun waktu tertentu-makanya saya memilih cash/transfer ditempat)

Tanpa saya sadari, saya sedang membangun kredibilitas karena dengan sikap saya membuat suplier semakin percaya dengan saya.

Percayalah teman, apa yang kita lakukan ketika kita belanja semua, semua suplier di satu lokasi bisa tahu semua loh!

Dan ternyata orang-orang seperti saya akan selalu menjadi target utama para suplier diatas! Kemudahan demi kemudahan dengan cepat saya dapatkan.

Perhatikan baik, saya tidak perlu “gempor” meyakinkan orang kalo saya orang yang jujur, bla bla bla,

Saya tidak perlu menjanjikan ini itu, tapi hanya dengan POLA BELANJA diatas yang konsisten saya lakukan ketika saya kulakan, selama berbulan-bulan, orang bisa membaca kredibilitas seorang penjual seperti saya.

Seberapa banyak dari Anda para pemilik online shop yang selalu dikejar-kejar suplier Anda hanya karena telat bayar utang?

Dan ini semata-mata karena kesalahan Anda dalam mengatur CASHFLOW usaha Anda?

Bangunlah kredibilitas di mata supplier tanpa harus mengumbar janji tapi cukup dengan perbuatan yang dibangun dari waktu ke waktu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *