Apa Bedanya Share Hosting, VPS dan Dedicated Server?

“Apa Pertimbangan Pak Gm Dalam Memilih Sebuah Layanan Hosting Untuk Website Bapak?”

web hosting review

Konkret ya, Kita harus mau keluar modal lebih untuk membeli hosting kalo mau serius bangun bisnis lewat online.

Artinya jangan berharap seseorang bisa sukses sedemikian rupa kalo cuman ngandalin hosting gratisan, itu pesannya!

Jika tujuannya bisnis, memakai free hosting adalah keputusan yang kurang tepat.

Saya juga sudah banyak berbagi tentang bagaimana menyikapi testimoni orang lain terhadap sebuah perusahaan hosting tertentu, baca disini dan kita memang perlu waktu untuk membuktikan kesimpulan bahwa satu perusahaan hosting itu bagus atau jelek. Bukan didasarkan pada testimoni segelintir orang tanpa melihat case by casenya!

Sekalipun demikian, pengalaman seorang marketer (termasuk saya), tidak boleh dijadikan ukuran mutlak yang menjadi acuan Anda dalam memilih partner hosting yang akan menghandle website-website penjualan Anda.

“Lalu sekarang seperti apa kriteria memilih hosting yang sesuai dengan kebutuhan saya?”

Sebelum menjawabnya, kt perlu tahu ada beberapa istilah terkait dengan hosting seperti Reseller Hosting, Share Hosting, VPS Hosting dan Dedicated Hosting.

Memang masih ada beberapa lainnya, namun saya hanya akan sharing 4 hal itu karena secara umum itulah yang biasa dipakai oleh seorang internet marketer.

Sebagai contoh, bagi pemula bisa juga memilih share hosting. Anda bisa gunakan untuk membuat company profile, website penjualan, website membership sampai toko online.

Untuk VPS dan Dedicated diperuntukkan untuk mereka yang sudah stabil incomenya dan ingin mendapatkan performa yang lebih baik lagi dalam segi ketangguhan, kecepatan akses, fitur dan benefit, dst (untuk advance)

Biasanya kalo main di adsense 2 paket itu jadi pilihan kalo tidak VPS ya dedicated sekalian. tapi ingat loh ya untuk marketer senior, kalo kita masih newbie atau baru-baru ya pake paket share hosting jg tdk masalah kok.

Di share hosting sendiri juga banyak kok pilihannya. Saran saya pilih untuk yang paket bisnisnya. Pembayarannya terjangkau kok.

Contohnya di hostgator, kita bisa pilih paket baby plan atau sekalian business plan. Begitu juga di perusahaan hosting lainnya, jika memilih share hosting, pilihlah yang paling komplet, biasanya diperuntukkan untuk bisnis. Karena segala fasilitas, fitur dan benefit tercover semua.

Lalu apa sih share hosting?

Saya akan analogikan dengan bahasa sederhana, – koreksi jika saya salah atau tambahkan juga boleh ya 😉

Kalo analogi foodcourt ya berarti kt adalah usernya yang ingin sewa stand kepada pemilik foodcourt. Biasanya pemilik sdh mengatur secara proporsional luas dan lebarnya stand yg disewa, fasilitas yg didapat dan seterusnya, kalo minta lebih ada tambahan charge-nya.

hosting hostgator

 

Kalo Reseller hosting?

Kita ingin jadi pemilik foodcourtnya. Jadi kita kontak si pemilik lahan utama (parent hosting), lalu sewa lahan dg luas tertentu lalu kita kapling-kapling menjadi sebuah foodcourt, ada yang 3×4 meter, dg fasilitas air, listrik sekian watt, meja duduk sekian, dst.

reseller hosting hostgator

Seperti contoh diatas, pemilik lahan utama sebenarnya adalah hostgator. Tapi kita mendaftar untuk meminta lahan sebagai reseller hosting. Dimana nanti kita diberikan akses lahan yang boleh kita pakai itu 160 GB dengan kapasitas bandwith hanya 1200 GB.

Bayar bulanannya $75 (pembulatan atau sekitar 900 ribu kalo kurs 1$=12 ribu), tinggal nanti bagaimana kita menawar-nawarkannya ke customer supaya kita masih dapat untung.

 

Kalo VPS hosting?

Sebenarnya masih mirip dengan shared hosting, hanya saja kapasitas penggunakan CPU dengan resource yang lebih besar, dan virtualisasi pada setiap server yg lebih stabil.

Kalo analogi foodcourtnya ya kita user yang mau sewa stand tp kita bisa rombak luas, lebar dan tinggi stand suka-suka kita, bahkan kita bisa menambahkan aksesoris dari luar, mengatur fasilitas fitur sesuka-sukanya kita supaya stand yg kita sewa lebih komplet jk dibandingkan dg user yg sewa stand “share hosting”

vps hosting hostgator

Lihat, kita diberikan fasilitas 2 CPU, RAM 2 GB mau kita pake atau tidak ya dapatnya segitu, diskspace 120 GB dst

 

Kalo Dedicated Hosting?

Dedicated hosting hampir sama dengan VPS, hanya saja pada dedicated resource CPU dan Memori tidak dibagikan dengan user lain. Artinya kita memakai satu server penuh.

Kalo ibaratnya foodcourt ya kita diberikan hak untuk menguasai satu lahan untuk kita pakai sendiri sesuka-suka kita, lengkap dengan modifikasi apapun yang ingin kita buat. Dengan akses, fasilitas premium dan juga support yang berbeda, seseorang harus mau merogoh koceknya lebih karena biaya sewanya lebih muahaal jika dibanding jenis paket hosting sebelumnya. (di  hostgator, minimal kt hrs bayar 1,2 jt/bulan)

dedicated server hosting hostgator

“Lalu bagaimana saya memilih hosting, atau tepatnya paket hosting apa yang terbaik untuk saya?”

Sekalipun Anda harus menyesuikan dengan kebutuhan website (blog) Anda, juga ukur kemampuan Anda sebagai seorang pemasar (apakah masih pemula, menengah atau sudah mahir), ada aturan umum yang harus kita tahu.

Jangan beli hosting di perusahaan reseller hosting, maksudnya?

Mohon dimengerti, bukan berarti anda tidak boleh memilih reseller hosting. Namun biasanya  ada beberapa perusahaan-perusahaan hosting yang sebenarnya dia adalah reseller hosting.

Customer tentu tidak tahu apakah dia itu reseller atau parent hosting!

Ketika ada sebuah website yang menawarkan paket hosting, tapi ternyata dianya sendiri adalah reseller hosting.

Kalo kita beli hosting di perusahaan hosting yang sebenarnya dia adalah reseller hosting ya tentu saja banyak ruginya.

Salah satunya adalah, Over kapasitas!

Sudah tahu kapasitas penyewa itu maksimal 10, tapi sama si perusahaan reseller ini dimasukkan sampai 50. Akibatnya? Ya kacau! Karena fokusnya di money oriented!

Contoh konkretnya gini : saya beli paket reseller hosting di hostgator (pemilik lahan sebenarnya/parent hosting), lalu saya dikasih lahan luasnya sekian untuk saya nantinya kapling-kapling lalu saya bangun website yang menawarkan jasa hosting ke klien. Padahal saya bukan parent hosting tapi masih reseller cuman ngakunya punya server.

Nah kalo saya ngaturnya ngaco, ya tentu saja yg rugi itu customer. Karena customer itu kagak ngerti yang ginian, tahunya beli hosting saja.

Belum nanti supportnya yang terbatas, ya iya lah kan saya nginduk ke hostgator. Namanya jg reseller. Jadi kalo ada customer nanya, saya gak bisa jawab ya saya tanya dulu ke hostgator baru pertanyaan anda saya jawab setelah saya dapat bocoran jawaban dari hostgator. (ya kurang lebih seperti itu ya)

Saya kurang begitu detil jika berbicara masalah teknis perbedaan dari 4 hal paket hosting diatas, namun paling tidak bagi Anda yang ingin fokus di internet marketing, pilih saja paket hosting mulai dari share hosting, lalu diatasnya ada VPS hosting dan terakhir dedicated hosting.

Udah itu saja, beres!

Lalu bagaimana dengan perusahaan hostingnya?

Kalo referensi saya ya pake perusahaan hosting di luar negeri.  Dalam negeri juga tdk masalah sepanjang Anda tahu kredibilitas perusahaan, bagaimana dia menghandle klien-klien, kejelasan informasi yang diberikan mengenai paket data server, dst

Saran saja, jangan mendewakan kalo satu perusahaan hosting itu paling terbaik. Tidak ada, yang tepat ialah yang paling mendekati kebutuhan Anda!

Contoh: untuk menghandle website membership, saya cukup menggunakan share hosting di hostgator atau bluehost.com, sekalipun ada marketer lain bilang jelek. No Problem!

Kenapa? Karena sesuai kebutuhan dan sesuai kantong!

Tapi kalo dirasa pemakain CPU dan grafik visitor yang terus meningkat, saya memutuskan untuk migrasi ke VPS, (atau dedicated sekalian)

That’s it!


Jangan sampai terjebak perang opini para reviewer, padahal kita baru mau akan mulai, modalnya terbatas dan masih gaptek. Ketika kita terus ikuti saran mereka, yang ada malah kita bingung dan tidak bisa menggunakan fasilitas dan fitur yang ada di dalamnya. Kenapa?

Karena kebutuhan marketer senior tsb dan kita yang masih pemula, jelas jauh berbeda!

Dari jam terbang, skill dan tujuannya membuat sebuah website saja sudah berbeda karena itulah gunakan prinsip umum yang sudah saya jelaskan. TEST dan UKUR dari mulai terkecil sesuai dg kantong dan kemampuan, lalu terus belajar upgrade pengetahuan. Kalo Anda sudah punya 5 situs yang terus menerus memberikan earning stabil, jangan taruh semuanya di satu keranjang hosting yang sama (sekali lagi jangan mendewakan satu hosting saja).

Selesai! 🙂


 

Our Rating

8

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *