Anda Perlu Mengerti Cashflow Dan Level Kejujuran Karyawan Anda

Kemaren saya berbicara cashflow yang terkait dengan kita sebagai pelaku/pemilik dan hari ini saya akan sharing faktor yang juga berpengaruh dalam cashflow usaha yang terkait dengan karyawan.

Saya akan sharing ketika saya masih mengelola bisnis online dan bisnis konvensional yaitu beberapa usaha kecil secara bersama-sama.

Saya membuat jobdesk dan juga SOP yang jelas untuk setiap karyawan yang kerjaannya ngurusi keuangan dan yang membuat pelaporan/audit keuangan usaha, konkretnya adalah saya memisahkan antara kasir (yang setiap hari melayani pembelian langsung) dan juga staf keuangan tersendiri (tugasnya cek n ricek dan buat laporan keuangan di beberapa unit usaha milik saya, termasuk online shop)

Saya menjalankan usaha saya dari rumah, dan beberapa staf inti berkantor di rumah, sementara karyawan lain dan kasir ada di kiosnya masing-masing.

Kasir tidak boleh memegang uang terlalu lama dan harus setor ke bank setiap hari (kebetulan kios kami dekat dengan Bank) dan staf keuangan adalah yang melakukan audit pencatatan untuk setiap kios/usaha yang saya miliki.

Idealnya antara kasir dan bagian keuangan jangan dijadikan satu ruangan karena bisa terjalin chemistry bahkan nantinya malah bisa kong-kali-kong, posisi bagian keuangan secara jabatan dan juga wibawa juga harus lebih tinggi dari kasir.

“Pak, saya punya usaha dan saya serahkan ke karyawan kepercayaan saya pak, ya transaksi, dan semuanya saya percayakan ke dia, selama ini dia jujur pak!”

Itu sudah bagus, tapi ijinkan saya berbagi sudut pandang lain dalam dunia bisnis.

Saya sebut istilah dalam dunia bisnis itu ada yang dinamakan “LEVEL KEJUJURAN”.

Masing-masing kita, termasuk saya sendiri punya level kejujuran menyangkut uang.

Kalo 10 ribu rupiah atau 100 ribu bisa jadi karyawan tersebut masih jujur, tapi bagaimana kalo suatu hari omset usaha Anda yang tadinya 1 jutaan sehari tiba-tiba menjadi 10 juta sehari dan ini berlangsung terus-menerus?”

“Masih jujur kok, saya yakin. Selama ini udah berjalan normal kok?” (*Sudah pernah diaudit belom pak, bisa2 Anda kaget loh 🙂

“Oya? bagaimana kalo belasan atau puluhan juta rupiah setiap hari?”

Itulah mengapa, SOP di tempat saya, selalu mewajibkan untuk karyawan tidak boleh memegang uang lebih dari 24 jam (setelah setiap hari laporan via sms, hari itu setelah aktivitas kanto selesai, staf bagian keuangan akan langsung setor ke bank atau nanti staf bagian keuangan saya yang mengambilnya.

Kalo di online shop, pembelinya kan langsung transfer ke rekening usaha saya, tapi untuk usaha offline kan tidak. Karena itulah saya selalu pisahkan antara tugas kasir dan juga bagian keuangan tersendiri.

“Pak, bagaimana kalo saya masih mengerjakan sendiri dan belum memiliki staf khusus keuangan?”

Ya, paling tidak Anda atau istri/pasangan Anda yang bertindak untuk setiap hari cek n ricek pencatatan dan jumlah uang, sementara ada satu kasir Anda yang melayani khusus penjualan dan juga pencatatan (nanti di croscek lagi).

Intinya job desk antara kasir dan bagian keuangan jangan dipegang oleh satu orang. Nanti dia bisa buat pengeluaran fiktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *