Archive for March, 2011

List Building

Manfaat List Building

diposting oleh : tim admin

list building 300x225 List BuildingList building kerap kali dipergunakan oleh sebagian orang untuk memasarkan atau memperkenalkan produknya kepada para konsumen.

Bila dulu list building belum begitu familiar namun sekarang seiring dengan perkembangan zaman dan pemanfaatan teknologi internet maka list building mulai dilirik oleh banyak pebisnis untuk memasarkan produknya.

Beragam keuntungan dan manfaat yang ditawarkan dengan adanya list building yang tidak ditawarkan oleh bentuk pemasaran yang lain.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dengan adanya list building, yaitu:

1.    Menambah Relasi atau Hubungan dari yang tidak kenal menjadi kenal
Tentu saja list building bisa menambah relasi di dunia maya.

Dari yang tidak tahu menjadi tahu. List building bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk memasarkan produk melalui email, dan dengan begitu secara otomatis relasi kita akan bertambah.

2.    Menambah Pangsa Pasar

Orang-orang yang memasukkan emailnya ke dalam list building kita adalah orang-orang yang tertarik dengan apa yang kita tawarkan.

Mereka tertarik dengan apa yang kita tampilkan sehingga merekapun akhirnya memasukkan email mereka ke dalam list building kita.

Dan tentu saja keuntungan kita sebagai pemilik adalah selain menambah relasi dengan list building seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya juga secara otomatis akan menambah pangsa pasar.

Bila penyampaian kita baik dan menarik orang-orang akan tertarik dengan list building kita dan itu artinya mereka dengan mudah bisa di follow up.

3.    Mengetahui konsumen berpotensi dan tidak

Dari sekian banyak pengunjung yang memberikan informasi tentang dirinya ke dalam database list building kita. Maka kita bisa mengetahui mana saja konsumen yang selalu tanggap dengan apa yang kita sampaikan dan mana saja konsumen yang tidak tertarik dengan apa yang kita tawarkan.

Semua itu tergantung dengan apa yang kita sampaikan dan bagaimana menyampaikannya. List building akan menarik bila kita menyampaikannya dengan bahasa yang menarik pula sehingga konsumen akan tergerak hatinya untuk ikut dan memasukkan emailnya ke dalam kotak email tersebut.

Dari sini bisa kita ketahui manfaat list building yaitu lebih cepat dan akurat dalam penyampaian berita.

4.    Meningkatkan penghasilan

Bila yang ingin menerima surat atau update blog dari kita banyak, maka otomatis blog atau website kita laris dan itu artinya penghasilan kita bertambah. Dan bila penghasilan bertambah kesejahteraanpun akan bertambah/ penghasilan meningkat.

5.    Menambah pertemanan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa list building bisa memperluas jaringan dan menambah pertemanan. Dari yang semua tidak kita kenal menjadi kita kenal.

Dari yang semula tidak tahu menjadi tertarik. List building memang banyak manfaatnya termasuk dalam menambah pertemanan.

6.    Tidak perlu biaya promosi yang tinggi

Dalam sebuah perusahaan biasanya biaya yang paling besar adalah biaya promosi. Biaya promosi bisa mencapai lebih dari separuh dari total anggaran.

Bila pengusaha memiliki sedikit anggaran untuk promosi langsung maka akan sangat merugikan bila pengusaha tersebut melakukan kegiatan promosi secara nyata karena hal tersebut akan memakan biaya. Padahal perusahaan yang dibangun belum begitu besar.

Dengan list building pengusaha atau pebisnis bisa memanfaatkan email untuk menawarkan jasa mereka tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang jumlahnya tidak sedikit.

Dengan list building banyak sekali biaya yang akan diapangkas diantaranya: biaya antar, biaya sewa kendaraan, biaya sewa model, dsb.

Hal tersebut tidak perlu dilakukan oleh pengusaha yang mempromosikan barang atau jasanya melalui list building. Jelas sekali dengan list building cost atau biaya yang dikeluarkan akan lebih rendah dibandingkan dengan bila melakukan promosi secara nyata.

Banyak sekali manfaat yang didapat dari kegiatan list building. Tidak hanya manfaat secara materi namun juga non materi.

List building memang bentuk yang efektif dan komunikatif untuk memasarkan produk atau jasa dari seorang produsen.

Silahkan Anda dapatkan panduan yang lebih detil dan proven tentang bagaimana Cara Memperoleh Omset Penjualan Produk Sampai 273 Juta Rupiah Dari Penjualan PRODUK FISIK Dalam 2,5 Bulan Terakhir Secara Online, klik disini

Joint Venture

Unsur Penting Sebelum Melakukan Joint Venture

diposting oleh : tim admin

joint venture 300x199 Joint VentureJoint venture adalah kerjasama dua pihak atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk sebuah perusahaan baru.

Dua pihak tersebut boleh pihak yang sama-sama dari dalam negeri maupun pihak dalam negeri dan luar negeri.

Unsur-unsur dalam joint venture, antara lain:

1.    kerjasama dua pihak atau lebih

joint venture merupakan kerjasama dua pihak atau lebih yang sepakat untuk membentuk perusahaan baru dengan nama baru.

2.    ada modal

dalam joint venture masing-masing pihak memberikan modal untuk disetor dan dipakai bersama untuk mengoperasikan perusahaan baru.

3.    ada surat perjanjian

sebagai bentuk adanya kerjasama antara dua belah pihak, maka dalam joint venture harus ada surat perjanjian yang berfungsi untuk mengikat kedua belah pihak tersebut.

Dalam joint venture karena melibatkan orang lain, maka perlu diperhatikan dan diteliti apakah pihak yang akan diajak kerjasama tersebut adalah pihak yang bisa dipertanggungjawabkan.

Berikut ini beberapa tips sebelum mengajak pihak lain untuk bekerja sama atau joint venture, yaitu:

1.    Ide bisnis yang jelas dan tepat sasaran

Sebelum memutuskan untuk joint venture, pengusaha sebaiknya menjelaskan ide bisnis dulu kepada pihak yang diajak bekerja sama.

Bagaimanapun juga pihak yang diajak kerjasama/ joint venture tersebut membutuhkan informasi mengenai bisnis apa yang akan dijalankan dan seperti apa bentuknya.

Ide bisnis ini adalah hal penting yang diungkapkan pertama kali oleh pengusaha sebelum melakukan joint venture dengan pihak lain.

Di samping itu pengusaha harus menjelaskan juga tentang target pasar yang akan dibidik bila kerjasama tersebut terealisasi.

Pengusaha yang ingin mengajak joint venture pihak lain harus menjelaskan bahwa bisnis tersebut menguntungkan dan sudah jelas target pasarnya.

Sehingga pihak yang diajak untuk joint venture memiliki keyakinan bahwa apa yang ia lakukan yaitu bekerja sama dengan pengusaha tersebut dalam bentuk joint venture tidak akan sia-sia dan malah menguntungkan.

Ketidakjelasan informasi yang diberikan kepada pihak lain mengenai ide bisnis dan target pasar dalam joint venture menyebabkan pihak lain tidak tertarik untuk bergabung dengan bisnis yang ditawarkan kepadanya.

2.    Proposal yang baik

Pengusaha yang ingin mengajak joint venture harus membuat proposal yang baik dan logis.

Proposal yang dibuat dalam joint venture haruslah dibuat serealistis mungkin, misalnya dengan tidak membesar-besarkan proyeksi keuntungan namun juga tidak terlalu mengecilkan.

Intinya dalam membuat proposal untuk joint venture pengusaha haruslah bersikap logis dan bijak.

3.    Sistem kerjasama

Sistem kerjasama seperti apakah yang nantinya akan disepakati kedua belah pihak tersebut dalam joint venture. Apakah bagi hasil atau komisi ataukah berdasarkan jumlahnya modal yang telah disetor masing-masing pihak dalam joint venture.

Hal tersebut tidaklah boleh untuk dilupakan karena joint venture adalah kerjasama yang melibatkan banyak pihak yang kadang menimbulkan salah paham hanya karena masalah komunikasi yang tidak tepat.

4.    Tempat usaha

Dalam joint venture perlu ditetapkan juga  dimanakah tempat usaha dibangun. Apakah tempat usaha yang dekat dengan bahan pokok ataukah tempat usaha yang mendekati konsumen, atau bahkan mungkin tempat usaha yang dekat dengan pesaing.

Hal tersebut adalah hal penting yang harus dilakukan sebelum merealisasikan joint venture.

Jangan sampai semua persiapan sudah matang dan bagus namun ternyata pengusaha tidak tahu di mana nantinya dia akan membuka usahanya.

5.    Surat Perjanjian

Surat perjanjian adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan dalam perjanjian joint venture. Hal tersebut untuk mengikat pihak yang melakukan joint venture agar melakukan sesuai dengan yang ada dalam surat perjanjian tersebut.

Misalnya suatu saat salah satu pihak yang bekerja sama dalam joint venture tersebut mengingkari maka akan ada surat perjanjian yang mengingatkan pihak tersebut atau bahkan memberi sanksi yang tegas bila memang kesalahannya fatal.

Surat perjanjian dalam joint venture ditulis rapi atau diketik dengan kertas bermaterai atau kertas segel. Hal tersebut untuk melindungi masing-masing pihak dari insiden yang tidak diinginkan.

Silahkan Anda dapatkan paduan yang lebih detil dan proven tentang bagaimana Cara Mendapatkan Omset Penjualan Sampai 50 Juta Rupiah Lebih Di Bulan Pertama Dengan Sedikit Biaya Promosi Yang dikeluarkan, klik disini

Tips Joint Venture

Tips Joint Venture Dalam Bisnis Online

diposting oleh : tim admin

tips joint venture 300x224 Tips Joint VentureJoint venture adalah kerjasama dengan melibatkan banyak pihak atau lebih dari dua orang.

Dalam bisnis di dunia nyata joint venture ini kerap kali terjadi, misalnya dua belah pihak bekerja sama untuk membuat sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tertentu.

Kedua belah pihak yang bekerja sama tersebut terikat kontrak dan peraturan-peraturan tertentu yang wajib ditaati selama masih berada dalam kerjasama. Itulah bentuk joint venture.

Sedangkan dalam dunia maya joint venture (JV) ini belum banyak dipraktekkan seperti dalam dunia nyata.

Walaupun joint venture dalam dunia maya tentu saja bisa dilakukan. Namun karena dalam dunia maya masing-masing pihak belum terlalu mengenal atau bahkan tidak mengenal sama sekali, maka pihak yang mengajak untuk JV harus memperhatikan beberapa hal berikut ini agar berhasil dalam JV di dunia maya.

Berikut adalah beberapa tips nya:

1.    tidak mudah percaya

pengajak JV seharusnya tidak mudah percaya begitu saja kepada pihak lain yang ingin diajak untuk bekerja sama.

Walaupun mereka butuh pihak lain untuk diajak bekerja sama namun bukan berarti pihak yang akan mengajak kerjasama dengan pihak yang akan di ajak bekerja sama untuk JV.

Intinya pengajak kerjasama tidak asal mengajak pihak lain untuk bergabung. Bagaimanapun juga JV di dunia maya berbeda dengan JV di dunia nyata.

Bila di dunia nyata kita bisa saling melihat secara fisik namun dalam dunia maya hal itu tidak dapat dilakukan. Kalaupun bisa mengirim foto kepada pihak yang akan kita ajak kerjasama, tetap saja hal tersebut tidak bisa disebut aman 100%.

Oleh sebab itu pihak pengajak kerjasama JV harus konservatif dan tidak mudah percaya demi keamanan.

2.    teliti

selain konservatif, seperti yang telah dijelaskan pada bahasan sebelumnya, sebelum mengajak pihak lain untuk JV, sebaiknya harus teliti terlebih dahulu.

Hal ini sama saja dengan yang telah disampaikan pada point sebelumnya.

Dalam JV online tidak bisa dilihat secara fisik satu sama lain, oleh sebab itu harus diteliti lebih dahulu orang atau pihak yang akan diajak bekerja sama apakah bisa dipercaya ataukah tidak.

3.    Carilah partner joint venture yang berbeda dengan kita

Dalam JV tentu saja yang diharapkan adalah kerjasama. Kerjasama bisa terbentuk dengan baik bila antara pihak JV yang melakukan kerjasama bisa saling melengkapi dan mendukung.

Untuk itu sebaiknya pihak yang melakukan kerjasama dibidang JV sebaiknya memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya, bila seorang pengusaha ingin membuka toko online penjualan kaos.

Dia memiliki target pemasaran yang jelas serta konsep yang tertata rapi. Modalpun sudah siap untuk dikucurkan. Namun masalahnya dia tidak memiliki kemampuan untuk membuat kaos.

Oleh sebab itu dia harus mencari seseorang atau pihak yang memiliki kemampuan untuk membuat kaos dengan baik dan menarik. Dengan begitu bekerjasamalah keduanya.

Dan dengan kerjasama tersebut kedua belah pihak tersebut bisa saling melengkapi dan mengimbangi satu sama lain. Itulah salah satu penting nya mencari partner yang berbeda.

Selain itu bila berbeda, kemungkinan besar untuk bersaing akan kecil karena masing-masing pihak memiliki peran dan kelebihan masing-masing

4.    perjanjian kerjasama

dalam dunia nyata kerjasama JV saja memerlukan surat kerjasama karena masing-masing pihak tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi nanti.

Kerjasama dalam JV harus diikat dalam sebuah kontrak perjanjian bermaterai atau di atas kertas segel demi untuk menjaga dan menyelamatkan kepentingan dari masing-masing pihak.

Apalagi JV online yang secara nyata kedua belah pihak jarang bertemu atau mungkin tidak bertemu sama sekali.

Oleh sebab itu untuk menjaga keamanan masing-masing sangat diperlukan surat perjanjian kerjasama dalam JV on line yang menyatakan bahwa kedua belah pihak saling terikat.

Silahkan Anda dapatkan panduan yang lebih proven dan detil tentang Bagaimana Memperoleh Omset Penjualan Produk Sampai 273 Juta Rupiah Dari Penjualan PRODUK FISIK Dalam 2,5 Bulan Terakhir Secara Online, klik disini

 Page 1 of 2  1  2 »